Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bhayangkara Presisi Lampung FC sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk mengamankan kemenangan atas Dewa United Banten FC, namun buruknya efektivitas penyelesaian akhir membuat keunggulan dua gol yang sempat dimiliki belum mampu berbuah tiga poin.
Baca juga: Aparat Kantongi Ciri-ciri 8 Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya
Bermain di Banten International Stadium (BIS), Kabupaten Serang, Jumat (11/9/2026) malam, Bhayangkara harus puas bermain imbang 2-2 setelah tuan rumah mencetak gol melalui penalti pada menit ke-85.
Pelatih kepala Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, menilai timnya memiliki kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol sepanjang pertandingan. Menurutnya, sejumlah peluang yang hadir sejak awal seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membuat jarak skor lebih aman.
"Kami merasa pertandingan kali ini seharusnya bisa mendapatkan tiga poin. Di babak pertama kami sempat mengalami kesulitan, khususnya di area sayap karena lawan menaikkan fullback dan mencoba melakukan overload," kata Oscar.
Meski sempat kesulitan menghadapi tekanan dari sektor sayap, Bhayangkara mampu menemukan celah untuk mencetak gol. M. Ristovski membuka keunggulan pada menit ke-29 sebelum J. Brenes menggandakan skor pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit 45+4.
Memasuki babak kedua, Dewa United meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Bhayangkara kemudian melakukan penyesuaian struktur dengan menempatkan lima pemain di lini tengah ketika masih unggul 2-1. Perubahan tersebut dilakukan untuk memperkuat area sentral sekaligus meredam serangan tuan rumah dari sisi lapangan.
Namun, perubahan komposisi pemain tidak sepenuhnya mampu menjaga intensitas permainan. Oscar menilai pemain pengganti yang masuk pada menit ke-70 belum dapat memberikan energi yang sama seperti pemain yang sebelumnya berada di lapangan.
Tekanan Dewa United akhirnya menghasilkan peluang yang berujung pada hadiah penalti pada menit ke-85. Eksekusi dari titik putih tersebut mengubah kedudukan menjadi 2-2 dan membuat Bhayangkara kembali gagal meraih kemenangan setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi Persebaya Surabaya.
Oscar juga memberikan perhatian khusus terhadap proses pengambilan keputusan yang melibatkan VAR. Ia menganggap penggunaan teknologi tersebut seharusnya dapat membantu memastikan keputusan yang diambil dalam situasi krusial.
"Kepemimpinan wasit secara umum baik, tapi ada satu hal yang saya pertanyakan terkait penggunaan VAR," ujar Oscar.
Menurut Oscar, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai keputusan akhir, melainkan bagaimana intervensi VAR diterapkan dalam situasi pertandingan. Ia menilai penggunaan VAR seharusnya menjadi sarana untuk mengoreksi keputusan yang keliru sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Terlepas dari hasil tersebut, Oscar tetap mengapresiasi daya juang para pemain. Bhayangkara mampu meraih poin dalam dua pertandingan awal musim yang sama-sama berlangsung menghadapi lawan tangguh.
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Frengky Missa, mengatakan pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Ia menyebut perubahan yang dilakukan pemain di lapangan merupakan bagian dari upaya menjalankan instruksi pelatih sekaligus menutup ruang yang dimanfaatkan lawan.
"Babak pertama ada instruksi dari Coach Oscar dan kami bisa memecahkan masalah hingga unggul," kata Frengky.
Pada babak kedua, Frengky mengaku mendapat tugas untuk membantu memperkuat pertahanan. Ia berupaya menjaga bentuk permainan sekaligus mengantisipasi pergerakan pemain Dewa United yang mencoba memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan.
"Saya berusaha menjalankan instruksi pelatih terkait body shape dan mengantisipasi umpan terobosan lawan," ujarnya.
Hasil imbang tersebut membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC mengoleksi dua poin dari dua pertandingan dan menempati posisi kedelapan klasemen sementara BRI Super League 2026. Sementara Dewa United Banten FC berada di posisi teratas dengan empat poin.
Bhayangkara kini memiliki kesempatan untuk memburu kemenangan perdana saat menghadapi Isen Mulang FC pada pertandingan berikutnya.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)