Vitamin D Jadi Tren Sejak Covid-19, Dokter Jelaskan Perbedaan D2 dan D3
Willem Jonata September 15, 2026 12:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Vitamin D menjadi salah satu jenis vitamin yang semakin dikenal masyarakat sejak masa Covid.

Tidak sedikit orang kemudian mulai memperhatikan kadar vitamin D dan melakukan pemeriksaan tambahan.

Namun, sebelum memutuskan mengonsumsi vitamin D, masyarakat perlu memahami bahwa vitamin tersebut memiliki beberapa bentuk dan proses di dalam tubuh.

Medical and Training Manager PT Guardian Pharmatama, dr. Maria Magdalena, menjelaskan vitamin D termasuk kelompok vitamin yang larut dalam lemak.

Baca juga: 5 Jenis Makanan yang Perlu Diberi Jeda Saat Minum Suplemen Vitamin D

Kelompok ini juga mencakup vitamin A, E, dan K. Berbeda dengan vitamin yang larut air seperti vitamin B dan C, vitamin larut lemak dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Karena itu, jumlah asupannya perlu diperhatikan.

Vitamin D Bukan Hanya Soal Imunitas

Vitamin D menjadi salah satu vitamin yang banyak dibicarakan saat Covid-19. Pada masa tersebut, vitamin D banyak digunakan karena memiliki peran terhadap daya tahan tubuh.

Selain itu, vitamin D juga memiliki peran dalam kesehatan tulang.

“Vitamin D ini pas Covid-19 ini, vitamin D ini banyak. Lagi nge-hit. Viral banget lah pokoknya. Saya termasuk pengikut vitamin D. Iya. Covid-19 saya minum. Perannya banyak sekali,"ungkapnya dalam podcast HEALTHY TALK "Is Taking Vitamins Every Day Actually Safe?" di kanal YouTube Tribun Health, Senin (14/9/2026).  

Pembahasan mengenai vitamin D kemudian tidak hanya berhenti pada tren konsumsi.

Vitamin D perlu dipahami berdasarkan jenis dan prosesnya di dalam tubuh.

Ada Vitamin D2 dan D3

Vitamin D yang belum aktif memiliki beberapa bentuk. Dua bentuk yang disebutkan adalah vitamin D2 dan vitamin D3.

Sumber keduanya berbeda. Vitamin D2 biasanya berasal dari jamur dan ragi. Sementara vitamin D3 biasanya berasal dari hewan.

Vitamin D3 juga dapat diperoleh dari sinar matahari. Keduanya merupakan vitamin D yang belum aktif.

Setelah masuk ke dalam tubuh, vitamin D2 maupun D3 akan mengalami perubahan terlebih dahulu menjadi bentuk aktif.

“Vitamin D itu ada sebenarnya kalau bentuk yang belum aktif itu yang paling banyak itu vitamin D-2 dan vitamin D-3 itu sumbernya aja yang berbeda. Sumbernya itu kalau vitamin D-2 itu biasanya dari jamur, dari ragi, itu vitamin D-2. Nah, vitamin D-3 itu biasanya dari hewan. Juga vitamin D-3 bisa diperoleh dari sinar matahari,"jelasnya. 

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa vitamin D yang berasal dari sumber berbeda dapat memiliki bentuk yang berbeda pula.

Vitamin D Larut Lemak, Jadi Perlu Diperhatikan Jumlahnya

Vitamin D termasuk vitamin larut lemak. Vitamin dalam kelompok tersebut membutuhkan lemak untuk proses penyerapan.

Karena dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh, jumlah konsumsi perlu diperhatikan. Vitamin larut lemak bukan berarti semakin banyak semakin baik.

Kebutuhan harus tetap disesuaikan agar tidak kurang maupun berlebihan. Hal tersebut berbeda dengan vitamin larut air seperti vitamin B dan C yang kelebihannya dapat dikeluarkan melalui air yang keluar dari tubuh.

Namun, untuk vitamin dalam bentuk suplemen, dosis tetap perlu diperhatikan.

Tidak Perlu Terjebak Aturan Waktu Minum dari Media Sosial

Informasi mengenai waktu konsumsi vitamin juga banyak beredar. Ada anggapan vitamin tertentu harus diminum pagi hari, sementara vitamin lainnya harus diminum malam hari.

Dalam penjelasan yang diberikan, tidak ada aturan waktu secara keseluruhan yang berlaku untuk semua vitamin.

Hal terpenting adalah konsumsi secara teratur dan memastikan kebutuhan harian terpenuhi.

Untuk vitamin larut lemak, konsumsi bersama makanan perlu diperhatikan karena penyerapan vitamin tersebut membutuhkan lemak.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu sekadar mengikuti aturan waktu minum vitamin yang beredar di media sosial tanpa memahami jenis vitaminnya.

Selain vitamin D, tubuh membutuhkan berbagai jenis vitamin lain. Vitamin A terutama berkaitan dengan kesehatan mata dan kulit.

Vitamin E berperan sebagai antioksidan untuk kesehatan kulit. Vitamin K berperan dalam mengatur pembekuan darah.

Vitamin C berkaitan dengan perbaikan sel dan kulit. Sementara vitamin B memiliki fungsi yang beragam.

B1 berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi. B2 berkaitan dengan kulit. B3 dan B5 berperan dalam energi. B6 berkaitan dengan pembentukan sel darah merah.

B9 atau asam folat juga berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan janin.

B12 berkaitan dengan sel darah merah serta fungsi saraf. Karena banyaknya fungsi tersebut, kebutuhan vitamin tidak bisa dipukul rata.

Pemeriksaan dan Konsumsi Tetap Perlu Melihat Kondisi

Tren pemeriksaan vitamin D sejak masa Covid membuat masyarakat semakin mengenal vitamin tersebut. Namun, kebutuhan vitamin tetap perlu dikaitkan dengan kondisi tubuh.

Hal yang sama berlaku untuk vitamin lainnya. Tidak semua orang membutuhkan jenis dan jumlah suplemen yang sama.

Vitamin pada dasarnya merupakan zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi memiliki fungsi penting dalam berbagai proses tubuh.

Karena itu, pola makan tetap menjadi sumber utama yang perlu diperhatikan.

Suplemen dapat menjadi tambahan ketika kebutuhan tertentu tidak terpenuhi melalui makanan atau terdapat kondisi yang memang membutuhkan asupan tambahan.

“Yang pertama adalah vitamin itu berasal dari makanan. Itu betul, karena makanan itu sumber vitamin alami. Tapi padahal kondisi-kondisi tertentu, pasien anak-anak yang mau tumbuh kembang, kemudian gangguan penyerapan, kemudian penyakit diabetes, itu membutuhkan asupan tambahan vitamin dalam bentuk suplemen ini,"jelasnya.

Dengan memahami perbedaan jenis vitamin, sumbernya, fungsi, serta kebutuhan tubuh, masyarakat dapat lebih bijak menghadapi tren suplemen.

Vitamin D boleh menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan, tetapi bukan berarti setiap orang harus mengikuti tren konsumsi yang sama.

Pada akhirnya, kebutuhan tubuh tetap menjadi dasar dalam menentukan vitamin yang dikonsumsi.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.