Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Ungkap Arahan Khusus Prabowo soal APBN
Acos Abdul Qodir September 15, 2026 12:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Suahasil Nazara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil dipercaya mengemban posisi tersebut untuk menggantikan pejabat sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.

Usai prosesi pelantikan, Suahasil mengungkapkan adanya arahan khusus dari kepala negara. Ia diinstruksikan untuk memprioritaskan aspek kesehatan serta kredibilitas instrumen keuangan negara ke depan.

"Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil kepada awak media.

Suahasil menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan fondasi penting yang harus mampu mendukung seluruh agenda prioritas pemerintah secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaannya wajib bertumpu pada prinsip kehati-hatian.

"Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," tambahnya.

Berdasarkan postur APBN 2026, pemerintah menetapkan belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun dengan target pendapatan Rp3.153,6 triliun. Angka tersebut menghasilkan proyeksi defisit anggaran di kisaran Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Seluruh instrumen pembiayaan ini diarahkan untuk menopang program-program prioritas nasional.

Tantangan pengelolaan fiskal berlanjut pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dalam kerangka awal, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun, sementara pendapatan ditargetkan sebesar Rp3.426 triliun dengan defisit direncanakan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen PDB.

RAPBN 2027 dirancang untuk mengakomodasi delapan program kerja prioritas nasional. Sektor-sektor tersebut mencakup ketahanan pangan, pengembangan energi dan air, peningkatan mutu pendidikan serta kesehatan, hilirisasi industri, percepatan infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi desa, hingga program pengurangan kemiskinan.

Baca juga: “Solid!” Teriak Ratusan Pegawai Kemenkeu dari Selasar Sambut Menkeu Baru Suahasil Nazara

Kondisi ini menuntut Kementerian Keuangan menjaga keseimbangan antara agresivitas pembiayaan program, kapasitas pendapatan, serta upaya pengendalian defisit secara terukur.

Suahasil menegaskan akan meneruskan langkah-langkah strategis yang selama ini telah dijalankan oleh jajaran internal kementeriannya guna menjaga stabilitas ekonomi makro.

"Kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.