TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Temuan benda diduga bom bikin geger Tasikmalaya, Jawa Barat.
Terlebih benda diduga bom ini ditemukan di bangunan kosong, tepatnya wilayah Kahuripan RT 01/05, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026) sore sekira pukul 16.00 WIB.
Tasikmalaya terletak di Priangan Timur, bagian tenggara Provinsi Jabar. Jarak Tasikmalaya dari Kota Bandung, sekira 100-110 KM dan dapat ditempuh selama 3-4 jam perjalanan darat via Nagreg dan Gentong.
Adapun penemuan benda yang diduga bom tersebut ditemukan oleh seorang pelajar SMA yang sedang bermain di area bangunan kosong itu.
Penemuan ini diawali dari suara hingga saksi kaget melihat benda diduga bom dengan ukuran panjang kurang lebih 24cm dan lebar sekitar 16cm plus kombinasi kabel, batrei, dan dilipat lakban warna hitam.
Saksi lanjut menginformasikan ke call center 110 milik Polres Tasikmalaya Kota.
Baca juga: Tak hanya Bom Molotov, Komnas HAM Papua Pernah Dilempar Biawak Dibalut Kain Merah Hitam
Berkat informasi tersebut, anggota polisi langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara untuk memastikan benda yang diduga bom.
Usai di lokasi, anggota polisi melihat jelas karena masih terdengar suara pada benda yang diduga bom.
Selang beberapa menit, anggota gabungan dari Brimob dan Polres Tasikmalaya Kota berkumpul di lokasi untuk mengamankan TKP.
Petugas gabungan memasang garis polisi di tempat kejadian perkara penemuan benda yang diduga bom, tepatnya di Kampung Sumelap RT 01/05, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026).
Pantauan di lokasi, selain dipasangi garis polisi, area tersebut diberlakukan steril dengan radius kurang lebih 100 meter.
Adapun petugas gabungan yang sudah di lokasi dari unsur Samapta, Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, dan anggota dari Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar.
Lokasi penemuan benda yang diduga bom berada di dalam bangunan kosong yang kerap disebut engsun.
Tempat ini memang sudah lama kosong dengan ditumbuhi ilalang yang sangat lebat.
Adapun ketika penemuan benda tersebut, berada di tumpukan puing dengan dibalut cukup rapi ukuran panjang kurang lebih 24cm dan lebar sekitar 16cm plus kombinasi kabel, batrei, dan dilipat lakban warna hitam.
"Iya ada penemuan benda yang diduga bom," kata Kasi Humas Polres Tasikmalaya Kota Iptu Jajang Kurniawan dikonfirmasi TribunPriangan.com,
Abdul Wahab (18) masih syok dan kaget usai menjadi penemu benda diduga bom rakitan di Engsun, tepatnya bangunan kosong di Kampung Sumelap, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/9/2026).
Menurutnya, penemuan ini tidak disengaja, karena Abdul bareng lima orang temannya asal SMA Pancasila tengah nongkrong dan ngopi di lokasi tersebut.
Akan tetapi, tempat yang setiap hari dijadikan lokasi ngopi bareng menjadi ramai setelah penemuan benda diduga bom rakitan.
"Biasanya kalau sudah pulang sekolah, sama temen lain lima orang ke Gedung Engsun biasa tempat nongkrong," kata Abdul ditemui Tribun Jabar di halaman SMA Pancasila Kota Tasikmalaya.
Ia mengaku, sebenarnya yang menemukan pertama kali teman satu kelas.
Akan tetapi, dirinya menjadi orang kedua melihat benda diduga bom rakitan.
"Dika yang awal nemuin barang itu, dan awalnya pergi dulu ke foto studio, terus dia balik lagi mau nukar baju, sesudah nukar kumpul lagi maen games."
"Namun, jarak 15 menit terdengar suara, pas ditelurusi sama Dika kaya bom rakitan dan diliatin, sempat dipegang sama di foto," ucap pelajar asal Kecamatan Mangunreja ini.
Untuk penemuan benda diduga bom rakitan ini sekira pukul 15.30 WIB hingga membuat geger pelajar yang menemukan pertama kali.
"Sesudah ashar setengah 4an lebih. Bahkan pas ditemukan, benda itu difoto, sebelum kontak call center 110, Dika nanyain ke kakaknya untuk memastikan dan katanya itu bom, makanya pas denger itu langsung pada jaga jarak," jelasnya.
Ia mengaku, jumlah temannya yang ikut nongkrong ada enam orang, yang keseluruhan sekitar 8 orang.
"Kalau pas nemuin benda itu sih 6 orang, harusnya 8 orang, tapi dua orang sudah pada pulang. Karena, kami masih tetap disitu berenam orang sampai jam 20.30 WIB dimintai keterangan sama polisi," ucap Abdul.
Selain itu, Abdul sampai sekarang masih syok dan kaget tidak percaya telah melihat langsung beda diduga bom rakitan secara langsung.
"Kaget dan syok karena seumur-umur baru ngeliat bom beneran di depan mata," cetusnya.
"Langsung kontak call center 110 punya Polres Tasikmalaya Kota dan itu inisiatif kami, karena takutnya ada orang yang lewat dan kena imbas kalau ada bahan peledaknya," jelas pelajar berbadan gempal ini.
Ia pun sampai sekarang tidak cerita ke orang tua, terutama karena setiap harinya Abdul dan rekannya tinggal di asrama sekolah.
"Pas nemuin ga di foto sama saya, karena kan ga boleh bawa handphone, dan saya ga cerita ke orang tua di rumah," ucap Abdul yang duduk di kelas 12 ini.