TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Barat (Kalbar) memaksa warga Kota Pontianak menggunakan air asin untuk kebutuhan sehari-hari.
Hal itu karena keterbatasan ketersediaan air bersih.
Warga Kota Pontianak kini terpaksa membasuh tubuhnya dengan air asin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Saptiko, mengatakan penggunaan air asin dalam jangka panjang pada dasarnya tidak menjadi masalah bagi masyarakat yang memiliki kondisi kulit normal dan tidak sensitif.
"Sebenarnya kalau kulitnya tidak sensitif, tidak masalah. Kulitnya tidak sensitif dan tidak ada masalah. Tapi kalau memang kulitnya sensitif, beberapa orang tidak semua orang sensitif, memang ada menimbulkan iritasi." ujarnya saat ditemui TribunPontianak.co.id, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, gangguan kulit memang dapat terjadi pada sebagian masyarakat, namun hingga kini belum terdapat bukti bahwa penyakit kulit tersebut secara langsung disebabkan oleh penggunaan air asin.
"Kalau penyakit kulit ada, tapi kalau apakah itu sebabkan oleh air asin, belum ada," katanya.
• Dinkes Pontianak Ungkap Efek Mandi Pakai Air Asin, Warga dengan Kulit Sensitif Diminta Waspada
Dr. Saptiko menyampaikan, masyarakat yang mengalami keterbatasan air tetap dapat menggunakan air asin untuk mandi.
Ia mengingatkan agar penggunaan sabun tetap dilakukan meskipun busa yang dihasilkan lebih sedikit.
"Untuk kebutuhan masyarakat, untuk air asin silahkan saja digunakan, tidak masalah untuk mandi. Memang karena kondisinya tidak ada air yang banyak, silahkan pakai saja. Menggunakan sabun tetap, meskipun busanya berkurang, tetap menggunakan sabun, tetap demikian," tambahnya.
Ia menambahkan, apabila kulit terasa kering setelah mandi menggunakan air asin, masyarakat dapat menggunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit.
"Memang kalau timbul istilahnya kulitnya kering, ya ditambahkan vaseline. Saya pun mandi tiap hari pakai air asin, tidak masalah. Belum ada masalah untuk penggunaan penyakit kulit akibat air asin," pungkasnya.
Dilansir dari situs resmi Puskesmas Dasan Tapen (NTB), air asin tidak aman digunakan untuk mandi sehari-hari karena dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, dan memperburuk kondisi kulit sensitif.
Mandi dengan larutan air garam hanya bermanfaat bila dilakukan dengan konsentrasi terkontrol (misalnya garam Epsom atau garam laut untuk terapi), bukan dengan air asin alami yang sering tercemar.
Badan Geologi Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa kualitas air harus diuji laboratorium karena air yang tampak jernih bisa saja mengandung bakteri atau logam berat berbahaya.
• Apakah Air Asin Aman Digunakan untuk Mandi? Ini Penjelasannya
1. Gunakan air galon isi ulang = Aman untuk mandi darurat, meski lebih baik diprioritaskan untuk konsumsi.
2. Manfaatkan air hujan yang disaring = Tampung air hujan lalu saring dengan kain bersih untuk mengurangi kotoran.
3. Air asin hanya darurat = Bisa dipakai sesekali, tetapi berisiko membuat kulit kering dan iritasi.
4. Gunakan tisu basah atau kain lembap = Sebagai pengganti mandi penuh, terutama untuk anak-anak dan lansia.
Nama Lengkap: dr. Saptiko, M.Med.PH
Jabatan: Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak (2022–sekarang)
Pangkat/Golongan: Pembina Utama Muda
Latar Belakang Pendidikan: Dokter dengan gelar Magister Medical Public Health (M.Med.PH).