SURYA.co.id, SURABAYA – Prakiraan cuaca Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 15 September 2026, menunjukkan kondisi yang relatif cerah sepanjang hari.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya, cuaca di Kota Surabaya diawali kondisi berawan pada dini hari.
Perubahan cuaca mulai terlihat menjelang pagi ketika kondisi bergeser menjadi cerah berawan.
Memasuki pukul 06.00 WIB, cuaca diprakirakan cerah dan bertahan hingga pagi.
Pada siang hari, Surabaya kembali diprediksi cerah tanpa indikasi hujan dalam data per jam yang tersedia.
Kondisi cerah juga masih berlanjut pada sore hingga malam hari.
Di sisi lain, suhu udara Surabaya diprakirakan berada pada rentang 24 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di kisaran 33 hingga 81 persen.
Kecepatan angin tercatat mencapai 37 km/jam dengan arah angin dari timur.
Data tersebut menjadi gambaran kondisi cuaca Surabaya yang perlu diperhatikan masyarakat untuk mengatur aktivitas pada Selasa, 15 September 2026.
Prakiraan ini tercantum dalam dokumen Prakiraan Cuaca Wilayah Jawa Timur yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya. Dokumen tersebut mencantumkan tanggal berlaku Selasa, 15 September 2026 dan dicetak pada 14 September 2026 pukul 09.34 WIB.
Kondisi cuaca Surabaya pada Selasa dini hari diprakirakan masih berawan. Cuaca tersebut tercatat mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.
Perubahan terjadi pada pukul 05.00 WIB ketika cuaca diprakirakan menjadi cerah berawan. Satu jam kemudian, tepat pukul 06.00 WIB, kondisi berubah menjadi cerah.
Pada pukul 07.00 WIB, Surabaya masih diprediksi cerah. Kondisi ini memberikan peluang cuaca yang relatif mendukung bagi masyarakat yang memulai aktivitas sejak pagi.
Memasuki pukul 10.00 WIB, cuaca Surabaya diprakirakan cerah berawan. Kondisi tersebut kemudian berubah kembali menjadi cerah pada pukul 13.00 WIB.
Prakiraan cuaca cerah berlanjut hingga sore. Pada pukul 16.00 WIB, kondisi Surabaya diperkirakan masih cerah. Dengan rentang suhu harian 24–34 derajat Celsius, kondisi siang perlu menjadi perhatian bagi warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kondisi cuaca Surabaya diprakirakan tetap stabil pada malam hari. Pada pukul 19.00 WIB, BMKG memperkirakan cuaca cerah.
Kondisi yang sama juga diprakirakan terjadi pada pukul 22.00 WIB. Dengan demikian, berdasarkan data per jam dalam dokumen tersebut, tidak terdapat prakiraan hujan untuk Kota Surabaya pada malam Selasa, 15 September 2026.
Selain kondisi langit, faktor suhu juga penting diperhatikan. BMKG mencatat suhu Kota Surabaya pada Selasa, 15 September 2026 berada pada rentang 24 hingga 34 derajat Celsius.
Kelembapan udara diprakirakan berada pada kisaran 33 hingga 81 persen. Sementara itu, kecepatan angin tercatat mencapai 37 km/jam dengan arah angin dari timur.
Kombinasi suhu yang dapat mencapai 34 derajat Celsius dan kondisi cuaca yang dominan cerah membuat masyarakat tetap perlu memperhatikan kenyamanan tubuh, terutama ketika beraktivitas pada periode siang.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari sebaiknya menyesuaikan waktu kegiatan dengan kondisi cuaca. Membawa air minum juga penting untuk membantu menjaga kebutuhan cairan selama berada di luar rumah.
Penggunaan pelindung dari paparan matahari, seperti payung atau topi, juga dapat dipertimbangkan ketika aktivitas berlangsung cukup lama.
Bagi pengguna kendaraan, kondisi cuaca cerah bisa membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi kecepatan angin yang mencapai 37 km/jam tetap perlu diperhatikan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Sementara bagi masyarakat yang memiliki kegiatan pagi, kondisi cuaca yang berawan hingga berubah cerah dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu berangkat.
Melihat pola prakiraan per jam, kondisi cuaca Surabaya pada Selasa, 15 September 2026 cenderung stabil dan didominasi cerah setelah pagi hari. Perubahan paling terlihat terjadi dari kondisi berawan pada dini hari menuju cerah mulai pagi.
Tidak adanya prakiraan hujan dalam data per jam yang tercantum membuat aktivitas luar ruangan relatif lebih leluasa. Namun, suhu maksimum yang mencapai 34 derajat Celsius menjadi faktor yang lebih perlu diantisipasi dibanding potensi hujan.
Kecepatan angin hingga 37 km/jam juga menjadi catatan tersendiri. Artinya, meskipun cuaca diprakirakan cerah, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi saat melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika berada di area terbuka.
Prakiraan cuaca dapat diperbarui secara berkala melalui sistem BMKG Official, sehingga masyarakat disarankan tetap memantau informasi terbaru ketika kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam aktivitas harian.
Masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi lonjakan suhu udara dan peningkatan kecepatan angin akibat fenomena El Nino.
Fenomena iklim tersebut membuat durasi musim kemarau tahun ini berlangsung jauh lebih panjang dari biasanya.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur pun mengimbau publik untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal media sosial resminya.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno menjelaskan bahwa dampak kuat El Nino menyebabkan awal musim hujan bergeser hingga Dasarian I Desember 2026.
Tren kenaikan suhu udara sudah mulai terasa sejak September, dengan titik tertinggi di Lamongan yang sempat menyentuh angka 36 derajat Celsius.
Puncak suhu panas diperkirakan terjadi pada Oktober mendatang hingga mencapai 37 derajat Celsius, terutama di wilayah pesisir utara.
Selain suhu panas, angin kencang dengan kecepatan di atas 30 kilometer per jam juga berpotensi menerjang hingga masa peralihan musim pada November.
"Ini berlangsung hingga peralihan musim nanti bulan November, hanya saja bisa fluktuatif," terang Anung, Minggu (13/9/2026).
Seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dilaporkan telah memasuki fase kekeringan ekstrem meskipun sempat diguyur hujan lokal di wilayah selatan.
Kondisi kekeringan meteorologis ini berpotensi memicu kekeringan hidrologis, gangguan sektor pertanian, hingga dampak sosial di masyarakat.
Pengaruh fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan cukup kuat hingga memasuki awal tahun 2027.
Meski demikian, dinamika atmosfer dalam skala mingguan tetap membuka peluang terjadinya perubahan cuaca sewaktu-waktu.
"Kami imbau masyarakat untuk beradaptasi terhadap fenomena alam El Nino ini," tegasnya.
BMKG meminta masyarakat mulai menerapkan manajemen tata kelola air dan melakukan gerakan hemat air konsumsi karena sumber air permukaan mulai mengering.
Sektor pertanian diminta segera menyesuaikan kalender tanam serta pemilihan komoditas berdasarkan ketersediaan pasokan irigasi teknis.
Pemerintah daerah diimbau memasok bantuan air bersih ke kawasan yang terisolasi dari akses sumber air utama.
Kewaspadaan bersama juga perlu ditingkatkan untuk mencegah tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi lahan yang kering kritis.
"Mengingat saat ini lahan dalam posisi kering kritis, imbauan maupun sosialisasi harus aktif dilakukan," ucap Anung.
Masyarakat juga disarankan memperbanyak konsumsi air putih serta menjaga kenyamanan tubuh dari paparan langsung terik matahari dan kelembapan udara yang rendah.