TRIBUNSUMSEL.COM -- Suasana haru menyelimuti lokasi pencarian di kawasan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Memasuki hari kelima pada Sabtu (12/9/2026), proses penyisiran terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berjalan tanpa kepastian.
Di tengah ketidakpastian yang makin mencekam, pihak keluarga korban berusaha tetap tegar.
Mewakili keluarga jurnalis iNews Yudistiro Pranoto, Ade Danhur membagikan ketabahan mereka dalam menanti kabar terbaru dari tim penyisiran yang hingga Jumat (11/9/2026) belum menemukan titik terang.
Bagi pihak keluarga, menuntun hati untuk ikhlas adalah satu-satunya cara menguatkan diri.
Oleh sebab itu, kesiapan mental untuk menghadapi kemungkinan terburuk sudah mereka tanamkan sejak awal.
"Kami keluarga semua yang ada di lokasi ini berharap mereka kembali dengan selamat."
Baca juga: Temuan Pelampung di Selat Sunda Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis, Operasi SAR Terus Diperluas
Meski telah menyiapkan diri menghadapi takdir sepahit apa pun, bisikan doa agar seluruh rombongan kembali utuh terus dipanjatkan.
Mereka berharap keajaiban datang membawa pulang M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (jurnalis lepas), serta tiga awak kapal yakni Warta (55), Surakman (60), dan Heriyanto (49).
"Kami tetap minta yang terbaik. Mereka berangkat berdelapan, pulang berdelapan dengan selamat," imbuhnya.
Pada pencarian di hari keempat, Jumat (11/9/2026) kemarin, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Kemarin, Tim SAR Gabungan melakukan proses pencarian dengan membagi wilayah ke dalam lima area dengan mengerahkan sejumlah kapal dan helikopter.
Dari lima area tersebut, petugas menemukan satu life jacket berwarna oranye yang ditemukan KAL Anyer di sebelah timur Gunung Anak Krakatau.
"Untuk semua search area dengan empat sektor dan satu sektor khusus termasuk pencarian via udara yang dapat kami sampaikan."
"Dan untuk semua keseluruhan sektor tersebut dengan hasil nihil, hanya menemukan satu buah life jacket oleh KAL Anyer," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko SAR Carita, Pandeglang, Jumat sore.
Baca juga: 15 Hari Saya Tunggu, Penantian Kakak Jurnalis Merdeka Tak Mau Pulang Sebelum Adiknya Ditemukan
Al Amrad lantas membeberkan lima area yang menjadi fokus pencarian, kekuatan yang digunakan, serta hasilnya pada hari keempat operasi.
Sektor A
Area pencarian sektor A difokuskan di sekitar Teluk Lampung hingga Pulau Legundi yang berada di bagian barat Selat Sunda. Pencarian dilakukan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Paot.
Dalam melakukan pencarian, KAL Paot juga berkomunikasi dengan kapal-kapal nelayan yang ditemui untuk menyampaikan informasi terkait operasi pencarian. Hasil pencarian di sekitar Teluk Lampung dan Pulau Legundi nihil.
Baca juga: Menpora Erick Doakan 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Segera Ditemukan Selamat
Sektor B
Area pencarian sektor B menyisir perairan sebelah barat Selat Sunda di luar Teluk Lampung dan Pulau Legundi.
Di area ini, tiga unsur dikerahkan, di antaranya KAL Anyer, KRI Lodyar, dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Gunung Sari.
Dalam pencarian ini, KAL Anyer menemukan petunjuk berupa life jacket pada koordinat 6°09'04,6" Lintang Selatan dan 105°42'46,4" Bujur Timur, atau di sebelah timur Gunung Anak Krakatau.
Temuan tersebut kini sudah diserahkan ke Kantor SAR di Pelabuhan Ciwandan, Banten.
"Saat ini sudah diserahterimakan ke teman-teman Kantor SAR yang ada di Posko Aju di Dermaga Ciwandan," kata Al Amrad.
Sektor C
Area pencarian di sektor C difokuskan ke sejumlah pulau yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau.
Pencarian di area ini melibatkan KN SAR Basudewa yang menyisir wilayah tengah dan RIB 02 Lampung yang melakukan penyisiran di area pesisir.
RIB 02 Lampung bergerak di sekitar Pulau Sangiang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata. Ketiga pulau tersebut merupakan pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Sektor D
Pencarian di sektor D melibatkan KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang di bagian barat daya Selat Sunda. Proses pencarian di sektor ini nihil hasil.
Sektor Khusus
Pencarian di sektor khusus dilakukan RIB 02 Banten dan KN SAR Tetuka 247 di sekitar wilayah yang menjadi perhatian utama, khususnya pulau-pulau terdekat dengan Gunung Anak Krakatau.
Untuk memastikan proses pencarian berjalan aman, Basarnas juga berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau selama proses pencarian.
"Hingga Jumat sore tidak terjadi erupsi Anak Krakatau. Alhamdulillah sampai sore ini tim SAR gabungan dari Polri, Basarnas dan SAR Lampung berjalan dengan lancar dan aman," ujarnya.
Kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mendukung memungkinkan tim SAR melakukan pencarian lebih dekat ke sejumlah pulau di sekitar kawasan tersebut.
KN SAR Tetuka bersama RIB 02 Banten dan RIB 02 Lampung melakukan penyisiran di tiga pulau, yakni Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang.
Al Amrad mengatakan personel SAR tidak hanya melakukan penyisiran di perairan, tetapi juga turun ke daratan untuk mencari kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban.
"Teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian," katanya.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com