Padamkan Kebakaran Lahan, BPBD Jombang Malah Temukan Lansia Tak Bernyawa
Ndaru Wijayanto September 12, 2026 02:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di tengah lahan pertanian yang terbakar di Dusun Ketanon, Desa/Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sabtu (12/9/2026). Korban diketahui bernama Sutaji (67).

Sutaji ditemukan petugas BPBD Jombang ketika tengah melakukan pemadaman kebakaran lahan pertanian sekitar pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, petugas menerima laporan adanya kebakaran lahan di kawasan tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi.

Saat petugas tiba, kobaran api membakar area pertanian dan merambat mengikuti arah angin dari sisi selatan menuju utara

Lansia Ditemukan di Area yang Terbakar

Saat proses pemadaman berlangsung, petugas mendapati sesuatu yang mengejutkan. 

Di area lahan yang telah terbakar, ditemukan seorang pria dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Baca juga: Tragis, Lansia di Malang Tewas Terjebak Kebakaran Lahan Tebu

Sejumlah peralatan pertanian, seperti cangkul dan sekop, masih berada di sekitar lokasi korban.

Temuan tersebut membuat penanganan kebakaran berubah menjadi penanganan kejadian yang melibatkan korban jiwa.

Petugas BPBD kemudian berkoordinasi dengan kepolisian dan tenaga kesehatan dari puskesmas untuk mengamankan lokasi serta melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa F. Diaz, mengatakan korban ditemukan ketika petugas tengah melakukan penanganan kebakaran.

"Setelah dilakukan penanganan, ditemukan adanya korban, sehingga segera berkoordinasi dengan kepolisian dan dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk segera mengamankan lokasi," ucap Wiku kepada Tribunjatim.com.

Dari kondisi di lapangan, Sutaji diduga sebelumnya tengah melakukan pembakaran sisa tanaman tebu atau daduk.

Namun, belum diketahui secara pasti apa yang terjadi hingga korban berada di area yang terbakar.

Tim medis di lokasi menduga korban meninggal setelah terlalu banyak menghirup asap.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dijadikan sebagai penyebab pasti kematian.

Wiku menegaskan, BPBD belum bisa memastikan apakah korban meninggal akibat langsung terkena kobaran api atau karena faktor lain.

"Sampai dengan hari ini kita juga belum tahu penyebabnya, tapi kita fokus dulu untuk penanganan kebakaran," ungkapnya.

Petugas masih melakukan pemadaman karena api merambat dari lahan pertanian menuju area tanaman bambu di sekitar lokasi.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab kematian Sutaji dan asal mula api yang membakar lahan tersebut

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.