Kronologi Penemuan Granat dan Selongsong Peluru di Sungai Batanghari Jambi
Darwin Sijabat September 12, 2026 03:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM — Pengalaman menyelam di Sungai Batanghari berubah menjadi aksi penemuan benda bersejarah sekaligus berbahaya bagi sejumlah warga di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. 

Warga secara tidak sengaja menemukan granat tangan jenis bom nanas, proyektil, hingga selongsong peluru yang diduga kuat merupakan amunisi peninggalan sisa perang era penjajahan Belanda dan Jepang.

Peristiwa ini terjadi di kawasan aliran Sungai Batanghari, tepatnya di sekitar lokasi Dermaga Lorong Kayo Hitam, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari. 

Kabar penemuan benda militer tersebut mendadak geger setelah video rekaman aksi warga beredar luas di media sosial melalui akun Instagram @infobatanghari dan @jambinesiaku.

"Sungai Batanghari selain menjadi sumber kehidupan jugo sebagai saksi sejarah penjajahan Belanda dan Jepang. Warga menemukan Granat Tangan dan Selongsong peluru lor lokasi Dermaga Lorong Kayo Hitam Muara Bulian," tulis akun Instagram @infobatanghari dalam keterangan videonya.

Sementara itu, akun @jambinesiaku mengulas hal serupa: "Sungai Batanghari tak hanya menjadi sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang masa penjajahan Belanda dan Jepang. 

Warga menemukan benda yang diduga granat tangan dan selongsong peluru di sekitar lokasi Dermaga Lorong Kayo Hitam, Muara Bulian. 

Temuan tersebut sontak menarik perhatian warga. Benda-benda yang diduga merupakan peninggalan masa perang itu kini menjadi perhatian dan diharapkan dapat ditangani oleh pihak berwenang."

Kronologi Penemuan 

Berdasarkan unggahan video berdurasi 28 detik dari file Unggahan Jambinesiaku.mp4 dan Unggahan Infobatanghari.mp4, berikut kronologi serta uraian visual penemuan amunisi perang di dasar sungai:

Awal Penyelaman Warga

Beberapa warga setempat turun menyelam ke dasar aliran Sungai Batanghari di sekitar Dermaga Lorong Kayo Hitam untuk menyisir sungai.

Baca juga: Geger Temuan Granat dan Selongsong Peluru di Batang Hari Jambi, Diduga Peninggalan Perang

Baca juga: Mantan Hakim Agung MA Pasang Badan untuk Roy Suryo soal Prapid Berjilid

Saat meraba bagian dasar sungai yang berlumpur, warga menemukan bendah pejal berukuran besar menyerupai proyektil serta sebuah granat tangan yang sudah diselimuti lumpur pekat.

Pemeriksaan Granat Tangan

Barang-barang tersebut diangkat ke tepi daratan. 

Kamera merekam secara dekat (close-up) warga yang memegang granat tangan (bom nanas) dalam kondisi berkarat.

Penemuan Selongsong Peluru

Selain granat dan proyektil besar, warga juga menemukan beberapa selongsong peluru. 

Warga sempat membersihkan bagian tumpuan bawah peluru untuk melihat kode kaliber yang tertera.

Lokasi Penyelam

Kamera mengarah ke tengah Sungai Batanghari, memperlihatkan dua warga penyelam yang muncul ke permukaan usai mengambil barang-barang peninggalan tersebut dari dasar air.

Percakapan Warga di Lokasi Kejadian

Dalam rekaman video tersebut, terdengar riuh kepanikan sekaligus kekaguman warga saat memperlihatkan temuan mereka:

"Min min, kami nemui apo nih Min... nuklir Min... dalam di Batanghari Min. Lokasi dermaga Min, Muara Bulian Min... Nah Min, ini bom ntah aktif apo idak Min, ndak tahu kami Min. Bom nanas... kami dapat jugo peluru, kaliber berapa ndak tahu Min, ada kodenya Min. Peninggalan datuk moyang kita dulu, caknyo berperang Min. Ha ni Min, yang tukang selamnya Min..."

Atas penemuan barang berbahaya peninggalan masa perang ini, warga berharap pihak kepolisian dan tim Penjinak Bom (Jibom) segera turun ke lokasi Dermaga Lorong Kayo Hitam untuk mengamankan lokasi serta meneliti status aktif dari granat dan amunisi tersebut demi keselamatan masyarakat sekitar.

 

Baca juga: Pemprov Jambi Dapat Tambahan Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Baca juga: Saldo Rp50 Ribu untuk Rekening Warga Usia 17 Tahun Tak Terpotong, Pemerintah Siapkan Rp11 T

Baca juga: Mantan Hakim Agung MA Pasang Badan untuk Roy Suryo soal Prapid Berjilid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.