Liputan6.com, Jakarta - Suasana kepanikan mendadak menyelimuti Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Senin (14/9/2026).
Puluhan pelajar dari MTs Negeri 2 Kisaran berdatangan secara silih berganti untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.
Kedatangan para korban membuat ruang IGD rumah sakit mendadak penuh sesak. Para siswa terlihat terbaring lemas di berbagai tempat tidur perawatan dengan keluhan medis yang sama, seperti mulai, muntah-muntah, kepala pusing, hingga mengalami nyeri parah di bagian perut.
Pihak keluarga serta para orang tua murid yang langsung berbondong-bondong mendatangi rumah sakit untuk memantau kondisi kesehatan anak-anak mereka secara langsung. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, jumlah pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan makanan ini mencapai 30 orang.
Para korban terpaksa disebar ke sejumlah fasilitas kesehatan berbeda, di mana sebanyak 13 pelajar tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kisaran, sementara 17 pelajar lainnya dirawat di rumah sakit terpisah di wilayah Asahan.
Pihak manajemen rumah sakit bergerak cepat mengerahkan tenaga medis untuk memberikan pertolongan pertama dan pemantauan ketat.

Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUD Kisaran, Eka Wilda Sari, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan serangkaian observasi medis terhadap para siswa yang dirawat guna memastikan kondisi mereka berangsur stabil dan mencegah risiko kesehatan lanjutan.
"Saat ini kami sedang melakukan observasi secara intensif terhadap belasan siswa yang masuk ke rumah sakit dengan gejala dugaan keracunan makanan ini. Tim medis terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka untuk memastikan penanganan terbaik diberikan," ujar Eka Wilda Sari.
Hingga Senin sore, seluruh siswa yang menjadi korban masih belum diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan harus terus menjalani pemantauan medis lanjutan.
Sementara itu, buntut dari insiden keracunan massal yang menghebohkan ini, pihak sekolah MTs Negeri 2 Kisaran akhirnya memutuskan untuk memulangkan seluruh siswanya lebih awal demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.