Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) memproyeksikan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, dapat menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun dari kehadiran ribuan peserta, pendamping, ofisial, dan tamu.

“Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa.

Abu mengatakan potensi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ memberi manfaat yang lebih luas bagi daerah tuan rumah. Pergerakan peserta dan masyarakat menciptakan aktivitas pada sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, hingga UMKM.

Menurutnya, perputaran ekonomi itu muncul dari mobilitas peserta dan tamu selama mengikuti berbagai agenda MTQ. Kebutuhan penginapan, makanan, transportasi, oleh-oleh, serta kebutuhan pendukung kegiatan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang berlangsung selama penyelenggaraan.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 dengan 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah, dengan perlombaan berlangsung di 12 venue.

Rangkaian MTQ juga dirancang dengan berbagai kegiatan pendukung yang memperluas keterlibatan masyarakat.

Selain perlombaan membaca Al Quran, terdapat Kemenag Expo, bazar UMKM dan produk halal, pameran mushaf dan khazanah manuskrip Al Quran, muzakarah ilmiah Al Quran, serta panggung seni dan budaya Islami.

Menurut Abu, ruang-ruang tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha lokal dan daerah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah. Aktivitas ekonomi yang terbentuk selama MTQ juga diharapkan dapat memperluas jejaring usaha dan membuka peluang pasar baru.

“MTQ ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Ada peserta, pendamping, official, tamu, dan masyarakat yang bergerak selama kegiatan berlangsung,” kata Abu.