Gempa M6,5 di Laut Jawa Dirasakan hingga Lampung, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
taryono September 12, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Laut Jawa pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Baca juga: Pelatih Oscar Bruzon Ungkap Penurunan Intensitas Bhayangkara di Akhir Laga

Guncangan gempa tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah Lampung, termasuk Tanggamus, Semaka, Bengkunat dan Lemong.

Berdasarkan analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.23.55 WIB. Episenter gempa berada di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 368 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam yang terjadi akibat aktivitas intraslab.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa Dirasakan di Sejumlah Wilayah Lampung

Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah Lampung.

BMKG mencatat intensitas II MMI di Lemong, Semaka dan Bengkunat. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.

Sementara itu, intensitas lebih kuat, yakni IV MMI, dirasakan di Tanggamus. Pada skala IV MMI, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Beberapa orang juga dapat merasakan getaran saat berada di luar rumah, sementara gerabah berpotensi pecah serta jendela dan pintu dapat berderik.

Selain wilayah Lampung, gempa juga dirasakan di sejumlah daerah lainnya. Intensitas II-III MMI tercatat di antaranya di Sumur dan Padang.

Gempa dengan intensitas III MMI juga dirasakan di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal dan Cilacap.

Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan kondisi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa untuk mengantisipasi risiko yang dapat terjadi.

Informasi resmi mengenai gempa bumi dan tsunami dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi lainnya.

Karena hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami, masyarakat di wilayah pesisir diimbau tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.