Dari Tumpukan Catatan Lapangan, ISKA Terbitkan Buku 'Teologi Publik dan Dialog Aksi'
Willem Jonata September 12, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Buku ini tidak direncanakan. Ia lahir dari tumpukan pengalaman, catatan lapangan, percakapan yang melampaui agenda resmi, dan malam-malam panjang merumuskan respons atas peristiwa yang bergerak lebih cepat daripada kemampuan memahaminya.

Begitu Pastor Moderator PP ISKA Periode 2022–2026, Dr. Antonius Widyarsono SJ, menggambarkan asal-usul buku "Teologi Publik dan Dialog Aksi: Sarjana Katolik di Ruang Publik Indonesia", yang dipersembahkan oleh Presidium Dialog Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) PP ISKA dalam Musyawarah Nasional XVII di Balikpapan, 11–13 September 2026.

Baca juga: Waketum MUI Sebut Buku Islam ala Prabowo Singgung Perasaan Umat, Minta Judulnya Diubah

Buku yang merangkum proses dan program HAAK dalam satu periode kepengurusan ini ditulis oleh M.M. Restu Hapsari dan Yogen Sogen.

Strukturnya mengikuti metode klasik tradisi Aksi Katolik, See-Judge-Act, yaitu melihat dengan jujur, menilai dengan kerangka iman, bertindak dengan integritas.

Bagian I dalam buku ini membangun fondasi teologis, menelusuri tradisi Ajaran Sosial Gereja dari ensiklik Rerum Novarum hingga Magnifica Humanitas.

Bagian II menyajikan analisis kebijakan berbasis data dari lembaga kredibel, mencakup kondisi kebebasan beragama dan ketimpangan struktural. Bagian III merumuskan peta jalan strategis yang konkret dan terukur bagi kepengurusan berikutnya.

Restu Hapsari dan Yogen Sogen menempatkan karya ini sebagai upaya menutup jarak antara refleksi dan kerja lapangan.

Rekam jejak yang didokumentasikan mencakup penyikapan isu kebebasan beragama dan berkeyakinan di antaranya seperti yang terjadi di Lampung, Cimacan, Cidahu, dan Taraju; inisiasi Pendidikan Kader Kebangsaan; serta perumusan Deklarasi Lintas Iman bersama organisasi cendekiawan keagamaan lain.

Menurut Pastor Widyarsono, para penulis tidak mengambil jalan mudah dan tidak puas dengan retorika keagamaan yang menghibur tetapi tidak menantang.

Mereka memilih masuk ke dalam data yang pahit, seperti angka pelanggaran kebebasan beragama, data kemiskinan struktural, laporan intimidasi terhadap pengkritik kebijakan, dan dokumentasi penyempitan ruang sipil.

Meski ditulis dari tradisi Katolik, buku ini ditujukan untuk keluar. 

Pastor Widyarsono menyebutnya sebagai tangan yang diacungkan untuk berjabat kepada sarjana lintas iman, yaitu ISNU, PIKI, ICHI, KCBI, komunitas Penghayat Kepercayaan, dan tradisi lainnya, dengan alasan bahwa kebebasan beragama, keadilan ekonomi, integritas demokrasi, dan martabat manusia adalah isu yang melampaui batas tradisi mana pun.

Kepada pengurus periode 2026–2030, ada pesan agar buku dibaca bukan sebagai dokumen arsip, melainkan sebagai peta percakapan yang harus dilanjutkan.

Ketua Presidium PP ISKA Dr. Luky A. Yusgiantoro dalam kata sambutannya menyebut karya ini melampaui bentuk laporan pertanggungjawaban biasa, sebab buku tersebut adalah pemetaan gagasan sekaligus kompas tindakan bagi keberlanjutan perutusan ISKA.

Mengenai Buku

  • Data buku: Teologi Publik dan Dialog Aksi: Sarjana Katolik di Ruang Publik Indonesia. 
  • Penulis: MM. Restu Hapsari dan Yogen Sogen. Penyusun: Presidium Dialog HAAK PP ISKA 2022–2026. 
  • Kata sambutan: Dr. Luky A. Yusgiantoro dan Dr. Antonius Widyarsono SJ. 
  • Jakarta, September 2026. 
  • Penerbit: Tulisan Bermakna
  • Tebal: 346 hlm.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.