TRIBUNJATIM.COM - Harga emas kembali menjadi perhatian pada perdagangan Sabtu (12/9/2026).
Harga emas batangan Antam tercatat mengalami kenaikan tipis dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data pada laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram kini berada di angka Rp2.604.000 per gram.
Harga tersebut naik Rp4.000 dari perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga jual kembali atau buyback emas Antam berada di level Rp2.454.000 per gram.
Kenaikan juga terlihat pada beberapa ukuran emas lainnya.
Emas Antam 2 gram dijual seharga Rp5.148.000, sedangkan ukuran 3 gram mencapai Rp7.697.000.
Untuk emas batangan ukuran 5 gram, harganya tercatat sebesar Rp12.795.000.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 10 September 2026, Antam Anjlok Rp17 Ribu Jadi Rp2,61 Juta
Baca juga: Daftar Harga Emas Hari ini 9 September 2026, Terakhir Antam Turun Rp10.000 per Gram
Harga emas Antam di Pegadaian pada hari yang sama tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan harga pada laman Logam Mulia.
Emas Antam ukuran 1 gram di Pegadaian berada di kisaran Rp2.639.000.
Sementara harga buyback tercatat sekitar Rp2.386.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut dapat terjadi karena masing-masing platform memiliki kebijakan, biaya, serta mekanisme penjualan yang berbeda.
Karena itu, calon pembeli emas sebaiknya tidak hanya melihat harga jual.
Harga buyback juga penting diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang membeli emas sebagai instrumen investasi dan berencana menjualnya kembali di kemudian hari.
Dengan pergerakan harga yang terus berubah, masyarakat disarankan mengecek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Baca juga: Minyak Dunia Naik di Atas 100 Dolar AS, Ini Dampaknya Bagi Harga Pertalite dan Pertamax
Di pasar internasional, harga emas juga mengalami penguatan.
Reuters melaporkan harga emas spot pada Jumat (11/9/2026), mencapai sekitar 4.363,01 dolar AS per troy ounce, naik lebih dari 1 persen dalam perdagangan tersebut.
Meski demikian, harga emas masih mencatat penurunan sekitar 1,5 persen dalam sepekan.
Penguatan tersebut terjadi setelah harga emas mengalami tekanan akibat data inflasi Amerika Serikat yang memperkuat perkiraan bahwa Federal Reserve atau The Fed berpotensi menaikkan suku bunga.
Data inflasi konsumen AS menunjukkan kenaikan 0,4 persen pada Agustus.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar meningkatkan perkiraan terhadap kenaikan suku bunga The Fed.
Reuters mencatat probabilitas kenaikan suku bunga dalam pertemuan berikutnya sempat mencapai sekitar 87 persen.
Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana dari emas ke aset yang memberikan imbal hasil.
Namun, emas tetap mendapatkan dukungan dari permintaan investasi dan ketidakpastian geopolitik.
Kondisi di kawasan Timur Tengah serta pergerakan harga minyak dunia juga menjadi faktor yang diperhatikan investor.
Dengan kondisi tersebut, harga emas nasional berpotensi tetap bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan.
Bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai investasi jangka panjang, perubahan harga harian perlu dilihat bersama tren global, nilai tukar rupiah, kebijakan The Fed dan kondisi geopolitik
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com