Dapur Asrama PB Djarum Punya Aturan Ketat, dari Porsi hingga Wajib Habiskan Makanan
Muhammad Nursina Rasyidin September 12, 2026 08:38 PM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Niken Thalia

TRIBUNNEWS.COM - Di balik rutinitas latihan para atlet muda PB Djarum di Asrama Kudus, ada dapur yang setiap hari menyiapkan kebutuhan makanan atlet.

Terlebih dapur ini bertugas untuk menunjang aktivitas mereka hingga harus menyesuaikan menu dengan kondisi masing-masing atlet.

Eka Kristiani selaku Head of Kitchen Asrama PB Djarum mengatakan menu makanan para atlet selalu dibuat berbeda setiap harinya dengan memperhatikan kebutuhan gizi mereka.

"Menu makanan anak-anak asrama tuh tiap hari beda-beda, pagi itu lebih sedikit porsinya, jadi karbohidrat, protein hewaninya pun cuma 50 gram," kata Eka ketika ditemui wartawan termasuk Tribunnews, di dapur Asrama PB Djarum, Kudus, Jumat (11/9/2026).

Untuk makan siang, porsi protein hewani kemudian ditambah menjadi sekitar 150-200 gram yang dibagi dalam dua menu berbeda sehingga kebutuhan asupan atlet tetap terpenuhi.

"Kalau siang 150-200 gram dibagi jadi dua menu tapi semuanya hewani, misal ayam sama telur," ujarnya.

Baca juga: Dulu Satu Angkatan Ricky Subagja, Kini Dharma Gunawi Cerita soal Rutinitas Atlet di Asrama PB Djarum

Menu Disesuaikan dengan Kondisi Atlet

Dalam menyiapkan makanan, tim dapur juga harus memperhatikan kondisi khusus yang dimiliki para atlet, termasuk ketika ada atlet yang memiliki alergi.

Eka mencontohkan atlet yang memiliki alergi udang tetap mendapatkan menu pengganti ketika hidangan yang disiapkan pada hari tersebut menggunakan bahan tersebut.

"Ada yang alergi juga misal udang, terus menunya ada ayam sama udang, kita ganti ayam sama daging," tutur Eka.

"Jadi meski ada persoalan alergi gitu tetap ada solusinya biar mereka tetap makan," katanya.

Untuk kebutuhan bahan makanan, seluruh bahan didatangkan melalui vendor dan proses memasak sudah dimulai sejak pagi agar makanan untuk sarapan dapat disiapkan tepat waktu.

"Bahan semua dari vendor, kita masaknya dari pagi karena untuk persiapan makan pagi, untuk pagi sudah disiapkan hari ini mungkin malam," jelas Eka.

Salah satu bahan makanan yang hampir selalu hadir dalam menu harian atlet adalah telur yang dapat diolah dalam berbagai bentuk.

"Kalau setiap hari jenis makanan yang selalu ada itu telur, mau itu telur rebus atau yang dimasak," ucapnya.

Ada Konsekuensi Jika Makanan Tidak Dihabiskan

Meski menu disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan atlet, Eka mengatakan para penghuni asrama tetap diwajibkan menghabiskan makanan.

lihat foto
PB DJARUM KUDUS - Penampakan tempat makan dalam asrama PB Djarum, di Jati, Kudus, 11 September 2026. (Tribunnews Solo/Niken Thalia)

"Makan pun mereka harus habis, karena ada konsekuensinya, kita kerja sama sama pelatih," ungkap Eka.

"Karena kalau sama kita kan kurang takut ya, kalau sama pelatih pasti takut," katanya.

Dari berbagai menu yang disiapkan, Eka menyebut ikan lele dan ayam bawang menjadi makanan yang paling banyak dicari para atlet.

Sementara makanan yang digoreng dan menggunakan banyak tepung dibatasi.

"Makanan yang paling dicari anak-anak itu ikan lele, ayam bawang, tapi kayak ayam tepung itu tidak ada," ujar Eka.

Pembatasan tersebut dilakukan mengikuti arahan dokter yang mengatur jumlah makanan yang digoreng serta mengurangi penggunaan tepung dalam menu atlet.

"Dokternya sudah memberi tahu maksimal berapa gorengannya, terus meminimalisir tepung apalagi digoreng," jelasnya.

Untuk memastikan seluruh kebutuhan makanan atlet dapat terpenuhi setiap hari, dapur Asrama PB Djarum didukung 12 orang.

"Untuk chef ada enam, yang membantu ada enam, total 12 di satu tim dapur," pungkas Eka.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.