TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Achmad Megantara mendapat tantangan berbeda lewat film Ibadah & Cinta.
Ia dipercaya memerankan Riko, seorang pria yang tumbuh di Australia dan memiliki pandangan agnostik, pandangan yang meyakini keberadaan Tuhan mungkin tidak akan pernah dapat diketahui oleh akal manusia.
Baca juga: Achmad Megantara Ungkap Pengalaman Lucu saat Syuting Film Ibadah dan Cinta di Australia
Bagi Megantara, Riko bukan sekadar karakter yang tidak memiliki agama. Ia melihat Riko sebagai sosok yang sejak kecil tumbuh dalam kondisi yang membuatnya minim pengetahuan tentang agama.
Riko diceritakan tumbuh tanpa sosok ibu setelah sang ibu meninggal dunia saat dirinya masih kecil.
Sementara ayahnya mengalami perceraian dan membuat Riko lebih banyak menjalani kehidupan seorang diri.
"Kasih sayang orang tua tuh udah nggak ada sebenarnya buat si Riko. Akhirnya dia besar sendirian," ucap Achmad Megantara di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).
"Meskipun dia tetap tinggal bareng sama si bapaknya ini. Dia tumbuh kembangnya itu ya sendiri aja," kata Megantara.
Kondisi tersebut membuat Riko tumbuh tanpa banyak mendapatkan pengetahuan mengenai agama.
Ia kemudian memiliki prinsip bahwa selama dirinya berbuat baik kepada orang lain dan tidak merugikan sesama, hal tersebut sudah cukup.
"Dia merasa itu udah cukup kayak gitu. Dia tahu ada Tuhan," ujarnya.
Megantara juga menekankan perbedaan antara agnostik dan ateis yang sempat menjadi bagian dari pembahasan karakter Riko.
Menurutnya, Riko tetap percaya adanya Tuhan, tetapi belum menemukan keyakinan agama yang ingin ia pegang.
"Kalau agnostik adalah orang yang tidak memiliki agama tapi dia percaya adanya Tuhan," tutur Megantara.
Untuk mendalami Riko, Megantara tak hanya melihat sisi keyakinannya. Ia juga harus memahami latar belakang kehidupan karakter yang sejak kecil tinggal di Australia, sehingga memiliki kultur dan kebiasaan yang berbeda dengan Santun, karakter yang diperankan Indah Permatasari.
Menurut Megantara, tantangan terbesar justru terletak pada lapisan emosi dari karakter Riko.
Cerita Ibadah dan Cinta memiliki alur waktu yang membuat karakter tersebut mengalami perubahan emosi dalam berbagai fase.
"Jadi di setiap waktu itu akan ada beberapa layer yang berbeda-beda dari si Riko. Karena memang di film ini karakter Riko itu sangat-sangat up and down emosinya," katanya.
Megantara juga melihat peran Riko sebagai kesempatan untuk kembali mengeksplorasi karakter yang berbeda.
Sebelumnya, ia sempat memainkan karakter ustaz, sementara dalam film ini justru harus membawa sosok yang memiliki pandangan berbeda soal agama.
"Sebagai aktor kan kita harus eksplorasi. Jadi di sebelum Ibadah dan Cinta gue ustaz gitu. Nah, terus tiba-tiba di Ibadah dan Cinta jadi agnostik," ucapnya.
Dalam cerita, perjalanan Riko kemudian bersinggungan dengan Santun, perempuan yang sejak kecil dekat dengan lingkungan pesantren.
Perbedaan latar belakang keduanya menjadi salah satu konflik sekaligus inti perjalanan mereka.
"Bagaimana cara menghadapi perbedaan ini? Nah, itulah caranya ada di film," katanya.
Film Ibadah & Cinta dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)