Festival Rona Budaya Sulut Semarak, Kabupaten Kota Pamerkan Ragam Budaya Daerah
Rizali Posumah September 12, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kekayaan budaya dari kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini berlangsung di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Jalan W.R. Supratman Nomor 72, Kelurahan Lawangirung, Kota Manado, Sabtu (12/9/2026).

Festival budaya yang digeber dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi 

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, (YSK) pejabat, staf ahli gubernur, berbagai elemen masyarakat serta Ketua TP-PKK Anik Fitri Wandriani, turut hadir dalam kegiatan ini.

MUSEUM SULUT - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak 123A
MUSEUM SULUT - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kekayaan budaya dari kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Jalan W.R. Supratman Nomor 72, Kelurahan Lawangirung, Kota Manado, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi setiap daerah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan berbagai warisan budaya, mulai dari kesenian tradisional, pakaian adat, tarian, musik, hingga beragam potensi budaya lokal lainnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kemeriahan festival yang menghadirkan berbagai pertunjukan dan atraksi budaya. 

Masing-masing kabupaten dan kota tampil dengan ciri khas daerahnya, sehingga memberikan gambaran mengenai keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Sulawesi Utara.

MUSEUM SULUT - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak 123B
MUSEUM SULUT - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kekayaan budaya dari kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Jalan W.R. Supratman Nomor 72, Kelurahan Lawangirung, Kota Manado, Sabtu (12/9/2026).

Keberagaman yang ditampilkan dalam festival menunjukkan bahwa Sulawesi Utara memiliki kekayaan budaya yang dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari berbagai daerah.

YSY mengatakan Rona Budaya hadir sebagai ruang pertemuan berbagai kekayaan budaya Sulawesi Utara sekaligus menjawab kerinduan para pegiat seni sebagai sarana untuk menampilkan karya mereka.

“Tentunya kegiatan ini juga memberikan hiburan juga kepada masyarakat Sulut,” tutur YSK.

YSK mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. 

“Tentunya budaya Sulut harus kita jaga dan lestarikan bersama-sama karena ini ada warisan leluhur,” jelasnya.

MUSEUM SULUT - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak. 123C4
MUSEUM SULUT - Festival Rona Budaya Sulawesi Utara (Sulut) berlangsung semarak dengan menampilkan beragam kekayaan budaya dari kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, Jalan W.R. Supratman Nomor 72, Kelurahan Lawangirung, Kota Manado, Sabtu (12/9/2026).

Kemeriahan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. 

Warga yang hadir mengaku bangga melihat begitu banyak ragam budaya yang dimiliki Sulawesi Utara.

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Kita bisa melihat langsung bahwa setiap daerah di Sulut ternyata memiliki budaya yang berbeda-beda,” ujar Riana salah seorang warga yang hadir dalam Festival Rona Budaya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat budaya yang ada di daerah sendiri.

“Selama ini mungkin kita hanya mengenal budaya dari daerah kita sendiri. Setelah melihat festival ini, ternyata budaya Sulut sangat banyak dan beragam,” katanya.

Ia juga mengaku terkesan dengan penampilan yang dibawakan oleh masing-masing kabupaten dan kota.

“Semua punya ciri khas. Ada tarian, pakaian adat, musik, dan berbagai pertunjukan yang menarik. Ini menunjukkan bahwa Sulut benar-benar kaya akan budaya,” ujarnya.

Riana menjelaskan  Festival Rona Budaya menjadi panggung bagi kabupaten dan kota untuk memperkenalkan identitas budaya masing-masing. 

Setiap daerah berusaha menampilkan kekayaan tradisi yang selama ini hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kehadiran berbagai kelompok seni membuat suasana festival semakin meriah. 

Penampilan para seniman dan pelaku budaya juga mendapat perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

“Yang paling menarik adalah kita bisa melihat budaya dari banyak daerah dalam satu tempat. Ini jarang kita dapatkan,” katanya.

Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus dikembangkan menjadi agenda budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat lebih luas.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan. Anak-anak muda juga harus dilibatkan supaya mereka mengenal budaya daerahnya sendiri,” tuturnya.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.