Baca juga: Sriwijaya FC Segera Finalisasi Skuad, Pemain Trial dan Senior Diproyeksi Masuk Mess Senin
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Usai Sriwijaya FC sukses menaklukkan tim asal Lampung, Basyarah FC, dengan skor tipis 2-1 di Stadion Bumi Sriwijaya, Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Jumat (11/9/2026) sore, jajaran pelatih justru menyoroti sejumlah catatan evaluasi serius.
Pelatih kepala Sriwijaya FC, Octavianus, secara terbuka mencatat sejumlah masalah krusial pada performa anak asuhnya.
Meskipun sesi latihan belum menyentuh tahap pematangan strategi dan taktik secara penuh, para pemain sejatinya tetap dibekali instruksi pinggir lapangan untuk bermain lebih dominan, agresif, serta solid dalam menyerang maupun bertahan.
Namun, dalam pertandingan uji coba tersebut, terlihat masih ada beberapa pemain yang kebingungan menjalankan instruksi pelatih.
Akibatnya, optimalisasi di beberapa lini sektor permainan untuk membantu serangan maupun menggalang pertahanan belum berjalan maksimal.
“Catatan penting saya untuk para pemain, ada beberapa individu pemain yang menurut saya sama sekali tidak menjalankan instruksi, dalam artian mereka tidak bekerja dengan baik sesuai dengan posisinya,” ujar Octavianus seusai pertandingan, Jumat (11/9/2026).
Selain masalah kedisiplinan posisi, Octavianus juga menyoroti lambatnya proses pengambilan keputusan (decision making) di lapangan.
Ia melihat para pemain masih kerap kebingungan menentukan tindakan setelah menguasai bola, alih-alih berpikir cepat untuk mengumpan kepada rekan yang berdiri bebas atau mencari ruang demi menerima operasional bola yang lebih efektif.
Alih-alih mengutamakan kolektivitas tim, pemain dinilai masih terlalu mengandalkan kemampuan individu (skill perorangan) tanpa memikirkan fungsi support untuk rekan setim.
“Kalau kita main bola ini, kalaupun belum masuk ke dalam tactical, ini kita berbicara profesional. Dia sudah paham secara individu dan sudah punya kualitas, apa yang harus dilakukannya sebagai posisi bek kanan, misalnya,” tegasnya.
Menanggapi rapor merah tersebut, Coach Octavianus secara tegas melayangkan ancaman akan mencoret pemain, khususnya bagi pemain trial yang terbukti enggan mengikuti instruksi pelatih selama berada di atas lapangan.
Menurutnya, sinergi dan kepercayaan antara pemain serta pelatih merupakan fondasi utama dalam membangun tim yang kompetitif.
Dengan kedisiplinan pemain menjalankan instruksi tim kepelatihan, skema taktik dan strategi yang dirancang dapat diaplikasikan secara akurat di lapangan hijau.
“Ada pemain yang saya bilang tadi, seperti pemain all star, bermain bolanya hanya bermain aman saja tapi tidak melakukan transisi yang baik,” pungkasnya.