400 Tabung Gas LPG 3 Kg dalam Operasi Pasar Murah di Kayuagung OKI Ludes Diserbu Warga
tarso romli September 12, 2026 11:27 PM

 

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal di PALI, Harga Tembus Rp 35 Ribu per Tabung 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Keluh kesah masyarakat terkait sulitnya mendapatkan pasokan gas elpiji 3 kilogram akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Melalui Dinas Perdagangan, operasi pasar murah gas bersubsidi atau yang akrab disapa gas melon sukses digelar di dua kelurahan di Kecamatan Kayuagung, Sabtu (12/9/2026).

Sebanyak 400 tabung gas elpiji bersubsidi ludes diserbu warga yang memadati halaman Kantor Lurah Sidakersa dan Kelurahan Cintaraja.

Dalam operasi pasar ini, warga dapat menebus gas melon dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp19.000 per tabungnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, Syahrul Sodri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah taktis pemerintah daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah.

“Operasi pasar ini menjadi salah satu langkah taktis kita atasi kelangkaan LPG 3 kilogram yang belakangan terjadi. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur masyarakat, ini upaya konkret Pemkab OKI dalam mendukung pengendalian inflasi daerah,” tegas Syahrul Sodri saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026) siang.

Demi memastikan distribusi subsidi energi ini tepat sasaran dan tidak jatuh ke tangan yang salah, mekanisme pembelian di lapangan diperketat.

Setiap warga yang ingin membeli diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk diverifikasi langsung oleh petugas.

Penerapan sistem verifikasi identitas ini terbukti efektif mencegah aksi borong oleh oknum tak bertanggung jawab maupun potensi praktik penimbunan.

“Kita terapkan verifikasi KTP agar benar-benar tersalurkan kepada warga yang berhak. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi dan semuanya berjalan lancar dan tertib,” tambahnya.

Kesuksesan pelaksanaan operasi pasar murah ini juga tidak terlepas dari soliditas sinergi lintas instansi.

Dinas Perdagangan turun langsung bersama jajaran Dinas Perikanan, Inspektorat, serta aparat pengamanan setempat.

Menutup keterangannya, Syahrul memastikan bahwa pengawasan terhadap rantai distribusi elpiji bersubsidi di wilayah Kabupaten OKI tidak akan mengendur meskipun operasi pasar telah usai.

Pihaknya berencana terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk menjamin ketersediaan stok hingga tingkat pangkalan.

“Ke depannya, kami akan terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga. Pengawasan di tingkat agen dan pangkalan akan kita tingkatkan agar kuota subsidi ini benar-benar dinikmati rakyat kecil,” tandasnya. (Nando)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.