Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, 4 Benda Ditemukan, Basarnas: Satu Sektor Sama
ninda iswara September 13, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kelima, Minggu (13/9/2026). Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan keberadaan rombongan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026.

Hingga hari kelima, keberadaan para korban belum diketahui. Namun, tim SAR menemukan empat objek di salah satu sektor pencarian yang kini tengah diverifikasi untuk memastikan apakah berkaitan dengan rombongan tersebut.

Empat Benda Ditemukan dalam Satu Sektor

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Nur Isrodin Mukhlisin mengatakan, empat objek ditemukan di sektor antara Pulau Krakatau dan daratan Carita. Keempat benda tersebut yakni sebuah jeriken, helm berwarna merah, serta dua life jacket atau pelampung.

"Ini kita hari ini mendapatkan ada empat temuan. Ada drigen yang kita temukan pada pukul 10.05. Kemudian ada helmet warna merah. Kemudian tadi jam 17.10 juga diketemukan life jacket warna oren. Dan terakhir kami mendapatkan informasi pukul 18.08 pada saat KN SAR Tetuka ini mau sandar. Ini juga menemukan life jacket," ujar Nur Isrodin, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube KompastV, Minggu (13/9/2026).

Seluruh benda tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Nur Isrodin, polisi akan mengecek identitas dan kepemilikan benda-benda tersebut, termasuk memastikan apakah merupakan perlengkapan keselamatan dari kapal yang digunakan rombongan jurnalis.

"Jadi ada empat objek temuan yang ini semua tentunya akan diverifikasi kebenarannya dan sudah diserahkan kepada pihak Polda nanti untuk melakukan verifikasi terutama pada pemilik Arupadhatu untuk mengidentifikasi kepastian apakah ini memang kepemilikan dari kapal sebagai sarana keselamatan dari kapal atau bukan," katanya.

Baca juga: Hilangnya 5 Jurnalis di Perairan Anak Krakatau, Susah Sinyal & Potensi Terbawa Arus, Kondisi Kapal

Empat Temuan Berada di Sektor yang Berdekatan

Nur Isrodin menyebut empat benda tersebut ditemukan dalam sektor yang sama. Seluruhnya ditemukan oleh aset yang sama, yakni KN SAR Tetuka. Jarak antarbenda yang ditemukan juga relatif berdekatan.

"Jadi kalau kami lihat di map, ya, di peta itu memang itu di satu sektor yang sama, ditemukan oleh aset yang sama yaitu KN SAR Tetuka sehingga jaraknya dari jarak yang satu dengan yang lain itu berdekatan," kata Nur.

Ia mengakui terdapat indikasi kuat bahwa benda-benda tersebut berkaitan dengan rombongan yang dicari. Namun, Basarnas masih menunggu hasil verifikasi dan tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu dini.

"Memang kalau kami indikasi kuat terkait dengan pertemuan kami. Tetapi sekali lagi kami tentunya tidak berani gegabah untuk menyampaikan itu A1 dan kita perlu mengklarifikasi kebenaran dari peralatan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, dua life jacket yang sempat ditemukan di lokasi lain telah dipastikan bukan milik rombongan yang dicari. Untuk empat objek terbaru, Basarnas masih menunggu proses identifikasi.

Area Pencarian Diperluas hingga Laut Lepas

Seiring belum ditemukannya korban, operasi SAR terus diperluas. Pada hari kelima, wilayah pencarian ditambah menjadi tujuh sektor. Jumlah armada juga bertambah dari sebelumnya 12 menjadi 14 unit.

Pencarian bahkan mulai diperluas ke kawasan laut lepas hingga mengarah ke wilayah Bengkulu.

"Jadi sesuai dengan petunjuk perintah dari Basarnas, peningkatan sektor pencarian dari enam kemarin, hari keempat, dan hari ini hari kelima menjadi tujuh sektor. Termasuk kapalnya pun armadanya pun ditambah dari 12 menjadi 14," ujar Kapolda Banten dalam laporan di lapangan.

Tim SAR juga menyisir kawasan sekitar Pulau Sertung yang berada tidak jauh dari Gunung Anak Krakatau. Namun, akses menuju pulau tersebut tidak mudah karena kawasan itu terdampak aktivitas erupsi. Pulau Sertung berjarak sekitar tiga kilometer dari Anak Krakatau dan menjadi salah satu area yang diperhatikan dalam operasi pencarian.

Radius 360 Derajat Anak Krakatau Disisir

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas menjelaskan bahwa tim telah melakukan pencarian secara menyeluruh di sekitar Gunung Anak Krakatau. Penyisiran dilakukan dengan pola 360 derajat dari puncak Anak Krakatau.

"Kalau kita lihat dari sektor pencarian, saya pikir sektor pencarian sudah hampir ter-cover semua ya. 360 derajat dari puncak Anak Krakatau itu sudah kita cover semua dengan luasan hampir 8.500 kilometer persegi," kata Nur Isrodin.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari kapal di permukaan laut, pesawat, helikopter hingga drone. Sejumlah armada berasal dari TNI Angkatan Laut, kepolisian, Basarnas, serta unsur SAR dari berbagai wilayah. Menurut Nur, seluruh kekuatan yang tersedia dikerahkan untuk memperbesar peluang menemukan korban.

"Kita kebetulan punya aset yang cukup banyak ya. Ini dibantu dari TNI Angkatan Laut, dari kepolisian, dari Tagana, Gunung Satria dan juga dari Basarnas Lampung, Jakarta, Banten, semua all kita melakukan pencarian di hari kelima dan mudah-mudahan besok akan lebih intensif lagi," ujarnya.

JURNALIS HILANG - (kiri) Foto terakhir yang dikirim salah satu jurnalis ke istri sebelum hilang kontak. (kanan) Lima Jurnalis hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian
JURNALIS HILANG - (kiri) Foto terakhir yang dikirim salah satu jurnalis ke istri sebelum hilang kontak. (kanan) Lima Jurnalis hilang kontak saat akan liputan ke Gunung Anak Krakatau dan saat ini masih dalam pencarian (Youtube/Official iNews | Istimewa via Kompas.com)

Sinyal Telepon dan Arah Angin Jadi Dasar Pemetaan

Dalam operasi pencarian, tim SAR juga mempertimbangkan sejumlah informasi lain, termasuk sinyal telepon milik salah satu jurnalis yang sempat terdeteksi oleh BTS. Informasi tersebut digunakan sebagai data awal untuk menentukan kemungkinan posisi rombongan.

Basarnas kemudian mengolah informasi tersebut menggunakan sistem prediksi pencarian atau SARMAP. Selain sinyal telepon, tim juga memperoleh informasi berupa video atau gambar yang dilihat oleh keluarga salah satu korban.

Informasi mengenai posisi pengambilan gambar, arah angin, pergerakan asap dan debu erupsi, hingga arah aliran lahar kemudian dikonfirmasi dengan BMKG dan PVMBG.

"Kemudian di hari berikutnya kita juga mendapat informasi dari istri salah satu survivor, dia melihat ada video atau gambar gitu dan itu juga sudah kita identifikasi dari jarak berapa kira-kira dia mengambil kemudian arah dari angin pada saat hembusan asap ataupun debu itu bertiup, kemudian lahar itu turunnya ke arah mana. Itu kita sudah konfirmasi dengan BMKG dan PVMBG," jelas Nur.

Data tersebut membuat pola pencarian kemudian disesuaikan, termasuk memperluas penyisiran ke arah selatan.

Penyelaman Belum Jadi Pilihan Utama

Meski pencarian melalui laut dan udara terus dilakukan, Basarnas belum langsung mengerahkan penyelam untuk menyisir dasar laut. Menurut Nur Isrodin, penyelaman di area yang sangat luas akan kurang efektif jika lokasi pasti objek atau korban belum diketahui.

"Menggunakan pencarian di kedalaman tentunya kurang efektif kalau kita belum bisa memastikan posisi pasti dari objek itu berada karena laut terlalu luas untuk kita lakukan penyelaman," katanya.

Namun, skema penyelaman tetap terbuka apabila hasil identifikasi terhadap empat benda yang ditemukan menunjukkan keterkaitan dengan rombongan jurnalis.

"Namun seandainya nanti sudah ditemukan objek yang dicurigai itu memang barang tercecer dari survivor, tentunya kita juga akan melakukan skema-skema yang lain, tentunya dengan juga selain menggunakan unsur udara, permukaan laut, tetapi juga memungkinkan nanti juga menggunakan penyelaman seperti itu," ujar Nur.

Tim Berharap Cuaca Mendukung Operasi

Untuk memperkuat pencarian, tim SAR berharap kondisi cuaca pada hari berikutnya cukup mendukung.

Pencarian akan dilakukan melalui jalur laut dan udara secara bersamaan. Pesawat juga direncanakan dikerahkan untuk membantu memantau wilayah yang sulit dijangkau armada laut.

Sementara itu, hasil identifikasi terhadap empat benda yang ditemukan menjadi salah satu informasi penting untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.

Jika benda-benda tersebut dipastikan berkaitan dengan kapal Arupadhatu, area pencarian akan dipersempit dan difokuskan pada sektor tempat benda ditemukan. Namun jika tidak berkaitan, tim akan kembali mengintensifkan penyisiran di sektor yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan SARMAP dan berbagai data pendukung.

Hingga memasuki hari kelima, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga ABK tersebut masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan berharap temuan terbaru dapat memberikan titik terang mengenai keberadaan rombongan yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau.

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.