Unpad Pamerkan 68 Inovasi, dari Alat Deteksi Gempa hingga Simulasi Persalinan
Muhamad Syarif Abdussalam September 13, 2026 10:11 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 68 inovasi hasil riset dan pengembangan civitas akademika serta mitra dipamerkan dalam Unpad Innovation Day 2026 di Atrium Cibadag, Summarecon Mall Bandung, pada 12–13 September 2026.

Inovasi yang dipamerkan di antaranya dari bidang kesehatan, teknologi, pangan dan pertanian, hingga skincare. Tujuan acara ini untuk memperluas kolaborasi dan mendorong inovasi yang berdampak bagi semua masyarakat.

Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengatakan, kegiatan tersebut diadakan untuk mendekatkan para peneliti yang ada di Unpad dengan para pengguna dari kalangan bisnis dan juga pemerintah.

"Sehingga terjadi semacam link and match antara apa yang sedang kami teliti dengan apa yang dibutuhkan," ujarnya saat ditemui di Atrium Cibadag, Summarecon Mall Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Ia mengatakan, sempat mendapat pengakuan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, bahwa selama ini banyak penelitian yang ternyata tidak betul-betul bisa dimanfaatkan secara langsung.

"Nah, sekarang kita balik, jadi sekarang kami akan minta kepada para pemangku kebijakan apa yang diperlukan, nanti kami di sini akan mencoba untuk melakukan riset," kata Arief.

Sementara dalam Unpad Innovation Day 2026, inovasi yang dapat dijumpai oleh para pengunjung di antaranya alat pendeteksi gempa, alat pendeteksi longsor, hingga teknologi virtual reality yang memberikan pengalaman simulasi proses persalinan.

"Macam-macam (yang dihadirkan) dari mulai kesehatan, tanaman, pangan, dan obat. Ada juga inovasi di luar kesehatan, tapi kami memang punya unggulan khususnya di bidang kesehatan, pangan, dan juga di bidang sosial kemanusiaan," ucapnya.

Melalui pameran inovasi untuk masa depan berkelanjutan ini, berbagai inovasi tidak hanya diperkenalkan kepada publik, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi, kemitraan, hilirisasi, maupun pengembangan lebih lanjut bersama industri dan berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Pemasaran Unpad, Prof. Rizky Abdulah, mengatakan, Unpad membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya bagi industri, pemerintah, investor, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Itu untuk bersama-sama mengembangkan riset dan inovasi yang relevan, aplikatif, dan bernilai tambah. Melalui sinergi yang kuat kami ingin memastikan bahwa inovasi unggulan Unpad tidak hanya berhenti sebagai capaian akademik," kata Rizky.

Tetapi inovasi ini, kata dia, tentu harus tumbuh menjadi solusi yang bisa dimanfaatkan, diimplementasikan, dan memberikan dampak nyata bagi industri, masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan.

"Unpad Innovation Day 2026 menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk mempertemukan pengetahuan, kebutuhan, dan peluang dalam satu ekosistem kolaborasi," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.