Nissan Motor Corporation membeberkan informasi terbaru terkait rencana merger perusahaan dengan Honda Motor Corporation yang dijadwalkan mundur ke bulan Februari, setelah sebelumnya direncanakan rampung akhir Januari kemarin.
Dilansir Reuters, seorang sumber dari Nissan yang tak disebutkan identitasnya menjelaskan komite yang mengurus proses penggabungan kedua manajemen pabrikan tersebut masih terus melakukan pembahasan lebih lanjut.
"(Kedua) perusahaan berencana untuk memutuskan arah integrasi manajemen pada akhir Januari, namun diskusi Komite Persiapan Integrasi masih berlangsung," kata sumber tersebut.
Sebelumnya, dua raksasa otomotif Jepang itu sudah melakukan pertemuan terkait rencana merger di Tokyo jelang akhir tahun 2024 kemarin. Pertemuan tersebut dihadiri petinggi Honda Motor Corporation, Nissan Motor Corporation, dan Mitsubishi Motors.
Sementara itu, Renault yang merupakan pemegang saham terbesar di Nissan Motor Corporation pernah menyatakan pihaknya secara prinsip terbuka soal rencana merger tersebut. Merek kendaraan asal Prancis itu punya 36 persen saham di Nissan.
Rumor penyatuan raksasa manufaktur kendaraan itu diwarnai berbagai rintangan. Misalnya, isu Mitsubishi Motors yang dikatakan tidak berniat bergabung dan memilih untuk tetap menjaga hubungan dengan Nissan serta Honda.
Meski hal itu disangkal oleh Mitsubishi dan menyatakan keputusan akan dilakukan sembari menunggu hingga bulan Januari berakhir. Semua tergantung dari pembicaraan yang dilakukan oleh Nissan dan Honda.
Satu sisi, Honda telah menetapkan batas waktu untuk Nissan hingga akhir Januari tahun ini agar bisa segera mengambil langkah pemulihan karena performa penjualan yang mandek. Nissan telah banyak melakukan rekonstruksi manajemen besar-besaran.
Merek yang bermarkas di Yokohama itu bakal memangkas 9 ribu tenaga kerja alias 7 persen dari keseluruhan total yang dimiliki Nissan secara global. Serta melakukan pemotongan jumlah produksi kendaraannya di seluruh dunia sebesar 20 persen.