Literasi Agraria dan Kopi untuk Konservasi di Desa Sidodadi oleh Dosen UWG Malang
GH News February 26, 2025 10:07 AM

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim Dosen Universitas Widya Gama/ UWG Malang mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Mandiri bertajuk “Literasi Sehari Agraria dan Kopi untuk Konservasi di Desa Sidodadi” pada Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi, serta masyarakat setempat, dengan tujuan meningkatkan kesadaran agraria dan pemanfaatan kopi sebagai upaya konservasi.

Acara ini dipimpin oleh Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH., MH., bersama tim dosen UWG yang terdiri dari Dr. Tri Wardhani, Dr. Lukman Hakim, Dr. Zahir Rusyad, dan Dr. Solehoddin. Turut hadir dalam kegiatan ini Notaris Anang Efendi, SH., MKn., yang juga merupakan alumni UWG Malang, serta Zainudin Elyzen, seorang Coffee & Social Preneur dari Dialectic Coffee Malang.

Serah Terima Alat Pengolahan Limbah Sabut Kelapa

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penyerahan unit alat pengolahan limbah sabut kelapa senilai Rp. 10 juta kepada warga setempat. Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis konservasi lingkungan.

“Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Sidodadi untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Ketua LPPM UWG (Fitri Marisa, S.Kom.,M.Kom.,PhD) dalam sambutannya.

Literasi-Agraria-2.jpg

Literasi Agraria: Kepemilikan Tanah dan Kebijakan Baru

Dalam sesi Literasi Agraria, Tim Dosen UWG bekerja sama dengan Notaris Anang Efendi, SH., MKn., untuk memberikan penyuluhan hukum terkait kepemilikan tanah. Literasi ini menjadi sangat penting mengingat kebijakan terbaru dari Kementerian ATR/BPN yang menyatakan bahwa dokumen lama seperti petok D, girik, dan landrente tidak lagi berlaku sebagai bukti kepemilikan tanah mulai 2 Februari 2026.

“Kesadaran hukum atas kepemilikan tanah sangat penting agar masyarakat tidak kehilangan hak atas tanah mereka. Kami memberikan panduan dalam proses sertifikasi tanah dari dokumen lama ke Sertifikat Hak Milik,” jelas Dr. Purnawan D. Negara.

Literasi-Agraria-3.jpg

Literasi Kopi untuk Konservasi

Pada malam harinya, kegiatan berlanjut dengan sesi Literasi Kopi untuk Konservasi yang dipandu oleh Zainudin Elyzen. Dalam sesi ini, peserta diberikan wawasan mengenai peran tanaman kopi dalam upaya konservasi lingkungan, khususnya dalam menjaga kawasan karst di Gedangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan langsung dalam teknik meracik kopi berkualitas.

Hari berikutnya, Minggu (23/2), kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan menanam kopi di kebun warga setempat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat ekonomi sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mandiri ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Sidodadi. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, terutama dalam hal kepemilikan tanah dan peluang ekonomi dari kopi,” ujar salah satu warga yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sidodadi semakin sadar akan pentingnya literasi agraria serta pemanfaatan kopi sebagai langkah konkret dalam konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. (*)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.