Sugiono Terima Menlu Prancis, Bahas Kunjungan Kenegaraan Macron Mei Mendatang
kumparanNEWS March 26, 2025 01:20 PM
Menteri Luar Negeri Sugiono menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta. Keduanya menggelar pertemuan bilateral, salah satunya untuk mempersiapkan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Saya harap pertemuan bilateral ini dapat membantu khususnya untuk kunjungan Presiden Macron pada Mei," kata Sugiono, Rabu (26/3).
Sugiono mengatakan, hubungan Indonesia dan Prancis sangat penting. Apalagi, Prancis adalah salah satu mitra terkuat Indonesia.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Foto: Nadia Riso/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Foto: Nadia Riso/kumparan
"Saya juga sangat senang dengan perkembangan kerja sama bilateral kita dan cakupan kemitraan strategis yang dibentuk sejak 2011. Saya mengharapkan hasil positif dari pertemuan ini, khususnya untuk membuat kunjungan Presiden Macron menjadi momen yang bersejarah," ujarnya.
Sementara itu, Barrot juga mengaku sangat menantikan kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia yang dijadwalkan pada akhir Mei mendatang.
"Tentunya di level bilateral, kita memiliki kerja sama yang kuat di bidang ekonomi, keamanan dan juga di bidang kebudayaan, sains, dan teknologi," ungkap Barrot.
Sementara di level regional, Barrot mengatakan Prancis ingin memperkuat hubungan Uni Eropa dengan Indonesia, memperkuat hubungan Uni Eropa dengan ASEAN, dan memperkuat hubungan dengan organisasi lainnya yang diharapkan dapat memainkan peran penting di kawasan.
"Dan juga pentingnya krisis wilayah seperti di Timur Tengah, Ukraina dan lainnya. Hubungan personal yang kuat antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron saya rasa dapat berkontribusi dalam menyediakan visi dan solusi," tuturnya.
"Hal yang sama berlaku juga untuk isu global, di mana kita mengumpulkan solusi kolektif melalui dialog agar bisa mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia saat ini," pungkasnya.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.