Cuan Penitipan Hewan saat Lebaran
kumparanBISNIS April 02, 2025 12:23 PM
Mudik Lebaran 2025 tiba. Namun, tidak semua hewan peliharaan bisa diajak pulang ke kampung halaman. Kondisi itu menjadi berkah tersendiri bagi pemilik usaha jasa penitipan hewan.
Banyak pemilik hewan memilih menitipkan peliharaan mereka di pet shop atau jasa penitipan khusus agar tetap mendapatkan perawatan yang layak selama ditinggal mudik.
Salah satu pet shop yang menjadi pilihan para pecinta hewan untuk menitipkan peliharaan mereka adalah Pet Hotel Katze Nesia, yang memiliki dua cabang, yaitu di Gading Serpong dan Bekasi.
“Untuk penitipan saat Lebaran ada yang dari tanggal 21 Maret kemarin sampai sekitar 14 April, tapi beda-beda. Bahkan ada yang sampai dua bulan,” ujar Ghassan, pemilik Katze Nesia kepada kumparan, Rabu (26/3).
Mengenai harga penitipan hewan, Ghassan mengatakan ada tarifnya beda-beda, tergantung kamar dan fasilitas yang tersedia, dengan kisaran Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per hari.
“Total dari 2 cabang yang memiliki layanan hotel itu sekitar 264 kamar, dengan total 12 ruangan,” tambah Ghassan.
Berbeda dari tren kenaikan harga di tempat lain, Katze Nesia memilih strategi promosi untuk menarik pelanggan.
“Karena harganya (di Katze) lebih mahal ketimbang lainnya yang banting harga, kami memberikan diskon. Siapa pun itu yang booking sebelum tanggal 21 Maret akan dapat diskon 14 persen,” ujar Ghassan. Diskon ini berlaku tanpa batasan jumlah hari penitipan maupun nominal diskon yang bisa didapatkan pelanggan.
Menurut penjelasan Ghassan, fasilitas yang disediakan selama penitipan mencakup pemeriksaan kesehatan hewan, pemantauan makanan, ruangan penitipan yang tidak lembab untuk kenyamanan, serta layanan grooming atau mandi gratis bagi pelanggan yang menitipkan hewannya selama 14 hari atau lebih.
Tempat penitipan hewan di Karawangan ramai saat musim mudik. Foto: Dok kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tempat penitipan hewan di Karawangan ramai saat musim mudik. Foto: Dok kumparan
Di sisi lain, harga penitipan hewan peliharaan di CS Petshop Bintaro Jaya Sektor 9 justru selalu mengalami kenaikan karena high season menjelang Lebaran.
Untuk hewan dengan berat 0-5 kg, biaya yang semula Rp 60.000 per hari di CS Petshop kini naik menjadi Rp 85.000. Sementara itu, hewan berbobot 5-10 kg dikenakan tarif Rp 105.000 dari sebelumnya Rp 80.000. Untuk kategori 10-20 kg, biaya naik dari Rp 100.000 menjadi Rp 125.000, sedangkan hewan dengan berat lebih dari 20 kg kini dikenakan tarif Rp 145.000 dari sebelumnya Rp 120.000.
CS Petshop juga telah menyediakan tempat penginapan sesuai kapasitas ruangan, “Untuk kucing itu (dibatasi) 50 ekor, satu kandang satu hewan,” ucap Enia, karyawan CS Petshop.
Enia menyebut setiap hewan yang akan dititipkan harus memenuhi sejumlah persyaratan kesehatan, di antaranya telah diberikan obat kutu, tidak dalam kondisi sakit, serta tidak sedang menjalani pengobatan.
“Untuk anak kucing juga wajib di atas lima bulan, dan kalau mau aman sudah harus vaksin,” tambahnya.
Jika ada hewan yang tiba-tiba jatuh sakit selama masa penitipan, pihak pet shop akan terlebih dahulu menghubungi pemilik untuk meminta persetujuan, apakah hewan tersebut perlu dibawa ke dokter atau dibiarkan, “Tapi kami tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa, kami mengikuti kemauan pelanggan,” tuturnya.
Mayoritas pelanggan CS Pet Shop mulai menitipkan hewan peliharaan mereka sejak H-2 hingga H-3 Lebaran, bahkan ada yang hingga 14 hari. Selama masa penitipan, hewan akan mendapatkan fasilitas seperti makanan dan pasir, tetapi saat ini layanan grooming gratis belum tersedia.
Terlepas dari biayanya, pemilik hewan peliharaan sangat bergantung pada layanan pet shop untuk menitipkan hewan kesayangan mereka.
“Aku selalu titip Mochi (kucing) di pet shop dekat rumah karena perjalanan mudik kan jauh ya, kalau ikut mudik nanti mereka capek,” ujar Icha, salah satu pemilik hewan yang setiap tahunnya selalu menitipkan hewan kesayangannya ke pet shop terdekat karena memang dirumah tidak ada asisten rumah tangga.
Tempat penitipan hewan di Karawangan ramai saat musim mudik. Foto: Dok kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tempat penitipan hewan di Karawangan ramai saat musim mudik. Foto: Dok kumparan
Icha menjelaskan bahwa durasi penitipan hewan peliharaannya biasanya berkisar antara 2 hingga 3 hari, menyesuaikan dengan jarak dan lama perjalanan mudiknya.
“Biasanya maksimal tiga hari sih, dan biayanya habis sekitar Rp 450.000-Rp 600.000,” ujar Icha.
Icha mengungkapkan bahwa sejauh ini layanan yang diberikan pet shop masih terjaga dengan baik, dengan kandang yang layak serta pemberian pakan berkualitas bagi kucing yang dititipkan.
“Biasanya kalau kucingku aku jemput setelah dititipin, badannya jadi wangi, mungkin dimandikan juga oleh mereka,” tambah Icha.
Sementara itu, Rafi menuturkan ia kerap menitipkan hewan peliharaannya karena tinggal sendiri di rumah, sehingga tidak ada yang merawatnya saat ia mudik, “Kalau aku sih karena ngekos jadinya kucingnya aku titip, kalau ditinggal di kos sendiri nanti tidak ada yang ngasih makan,” ucapnya.
Rafi mengungkapkan bahwa ia selalu menitipkan kucing peliharaannya di pet shop langganan, yang terkadang suka memberi keuntungan berupa diskon khusus.
“Di pet shop langgananku itu Rp 100.000 perhari, aku titipin dua sampai tiga hari, jadi sekitar Rp 300.000, itu juga kalau belum di diskon,” jelas Rafi.
Meskipun harga penitipan per hari masih dibilang murah dibandingkan pet shop lain, Rafi menjelaskan bahwa pelayanannya masih baik, “Aku udah dua tahun nitip di pet shop yang sama. Alhamdulilah kucingku baik baik saja, tidak stres setelah dititipin,” tambahnya.
Dengan tren harga yang bervariasi dan meningkatnya permintaan saat momen tertentu seperti Lebaran, bisnis pet shop terus berkembang sebagai solusi bagi para pemilik hewan peliharaan.

Bisnis yang Berpotensi Besar

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai bahwa bisnis pet shop sangat memiliki potensi besar, terutama di momentum-momentum Ramadan dan Lebaran.
“Menjelang mudik itu biasanya pencarian soal pet hotel itu meningkat tajam, dan pada hari-hari biasa kebutuhan makanan untuk pet food dan perawatan grooming itu cukup intens,” jelas Bhima kepada kumparan, Rabu (26/3).
Bhima juga menambahkan bahwa perkembangan pet shop juga bukan berputar pada hewan anabul seperti kucing dan anjing, melainkan hewan eksotis lainnya yang sekarang sudah banyak dipelihara.
“Ditambah sekarang ada hewan eksotis, itu juga mulai banyak di daerah-daerah luar Jabodetabek,” tambahnya.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, di Hotel Mercure Sabang, Kamis (25/1/2023).  Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, di Hotel Mercure Sabang, Kamis (25/1/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Bhima mencatat nilai dari bisnis-bisnis pet shop ini sudah mencapai angka yang tinggi, “Baik dari aksesoris hingga makanan, bisa mencapai Rp 38 triliun, value-nya bisa tumbuh 9,5 persen setiap tahunnya,” tambahnya.
Pasar pet shop di Indonesia terutama yang dikerjakan oleh pelaku UMKM dipercaya merupakan salah satu pasar yang menggiurkan, bahkan bisa se-Asia Tenggara.
Bhima juga menuturkan bahwa pet shop memang naik semenjak Covid-19, karena masyarakat pada saat itu banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga menyalurkan waktu luangnya untuk memelihara hewan.
“Jadi bisnis pet shop ini baik offline dan online, popularitasnya naik. Kalau online itu porsinya sekitar 4,5 persen dari totalan ritel,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, juga memiliki pandangan yang sama. Ia menilai bahwa bisnis pet shop akan terus berlanjut ke depannya dikarenakan masih banyak penduduk Indonesia yang memelihara hewan.
“Kalau masyarakat memelihara hewan bertahun-tahun, ya sudah pasti bisnis pet shop akan berjalan terus,” ucap Esther.
Terkait potensi bisnis pet shop menjelang Lebaran, Esther juga berpendapat bahwa bisnis pet shop masih akan terpantau cerah, “Justru (menjelang lebaran) akan semakin membuka peluang. Meskipun tidak sedikit juga yang menitipkan hewan ke saudara atau orang terdekat, tapi bisnis pet shop pasti akan masih terus berjaya,” tambahnya.
Bisnis pet shop juga diprediksi terus berkembang, terutama di era digital. Perkembangan e-commerce yang semakin inovatif turut mendorong para pemilik pet shop untuk lebih kreatif dalam memasarkan layanan mereka secara digital.
“Nah, faktor-faktor seperti itulah yang bisa membuat bisnis pet shop untuk survive, meskipun dengan ekonomi sekarang dan tidak sedikit jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki hewan,” tambahnya.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.