Ray Sahetapy, Aktor Senior Indonesia Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun karena Stroke
Ayu Miftakhul Husna April 02, 2025 12:31 PM

TRIBUNNEWS.COM - Kabar duka datang dari dunia perfilman tanah air.

Aktor Senior Indonesia, Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025). 

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca, Dad,” kabar sang anak, Surya Sahetapy, Selasa (1/4/2025) melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. 

Berikut profil Ray Sahetapy yang dikabarkan meninggal dunia.

Profil Ray Sahetapy 

Ray Sahetapy lahir pada tanggal 1 Januari 1957.

Pemilik nama lengkap Ferenc Raymon Sahetapy ini dikenal sebagai seorang aktor Indonesia.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Ray Sahetapy populer dan disegani di generasinya.

Ia sering memerankan pria kompleks dengan nuansa dan karakter yang dalam. 

Karier beraktingnya telah ia lakoni lebih dari empat dekade.

Karya-karya fenomenalnya Ponirah Terpidana (1983), Tatkala Mimpi Berakhir (1987) dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

Ray Sahetapy beberapa kali masuk dalam nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia.

Diketahui, ia telah dinominasikan sebanyak tujuh kali, enam di antaranya untuk Aktor Terbaik dan memegang rekor nominasi terbanyak dalam kategori tersebut tanpa kemenangan.

Masa kecil Ray Sahetapy dihabiskan di Panti Asuhan Yatim Warga Indonesia, Surabaya.

Sejak remaja, Ray Sahetapy bercita-cita menjadi aktor.

Demi mengejar impiannya, Ray Sahetapy meneruskan kuliah di Institut Kesenian Jakarta pada 1977.

Ia satu angkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok.

Ketiga aktor kawakan ini besar dan populer di jamannya.

Ia menikah dengan Dewi Yull, aktris dan penyanyi Indonesia.

Keduanya menikah pada tanggal 16 Juni 1981, tanpa restu dari orang tua Dewi Yull.

Pasalnya, keduanya berbeda keyakinan.

Pada saat itu Dewi Yull beragama Islam sedangkan Ray beragama Kristen.

Hingga pada akhirnya, Ray Sahetapy memutuskan untuk menjadi seorang mualaf pada tahun 1992.

Dari pernikahannya, pasangan ini memiliki empat orang anak.

Anak pertama yakni Giscka Putri Agustina Sahetapy (1982—2010), Rama Putra Sahetapy (1992), Surya Sahetapy (1994), dan Muhammad Raya Sahetapy (2000).

Keduanya bertemu saat berproses dalam sebuah film berjudul "Gadis" yang dirilis pada tahun 1980 sutradara Nya' Abbas Akup.

Lewat film Noesa Penida yang tayang pada tahun 1988, Ray Sahetapy dinominasikan sebagai aktor terbaik pada Festival Film Indonesia 1989.

Ketika industri film Indonesia mengalami mati suri, ia tetap eksis di dunia seni pemeranan.

Ray Sahetapy pun membangun sebuah sanggar teater di pinggiran kota dan membentuk komunitas teater di sana.

Lewat sanggarnya ini, ia pernah membuat geger lantaran gagasan tentang perlunya mengubah nama Republik Indonesia menjadi Republik Nusantara.

Pada pertengahan 2006, ia kembali aktif di dunia film dengan membintangi Dunia Mereka.

Bahkan, kongres PARFI pada tahun yang sama, Ray terpilih menjadi salah satu ketuanya. 

Namun, pernikahannya dengan Dewi Yull tidak bertahan lama.

Ray Sahetapy memiliki keinginan untuk menikah lagi dengan Sri Respatini Kusumastuti, seorang janda beranak dua yang merupakan pengusaha kafe dan katering.

Sri juga pernah menjadi dosen seni pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta.

Keinginan ini membuat Dewi Yull memilih untuk menggugat cerai Ray Sahetapy.

Keduanya resmi bercerai pada 24 Agustus 2004.

Ray menikah dengan Sri di bulan Oktober 2004.

Riwayat Penyakit Ray Sahetapy

Sebelum meninggal Ray Sahetapy diketahui mengalami sakit dalam beberapa waktu terakhir.

Kesehatannya mulai menjadi perhatian publik ketika putranya, Rama Sahetapy, mengunggah foto bersama sang ayah.

Rama pun meminta doa agar kondisi ayahnya membaik.

Awalnya, keluarga tidak menjelaskan secara rinci penyakit yang diderita Ray Sahhetapy, sehingga menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. 

Namun, akhirnya, Rama mengungkapkan bahwa sang ayah tengah berjuang melawan stroke.

"Halo semua, terima kasih atas doanya untuk kesembuhan Ayah."

“Karena banyak kabar yang simpang siur dan pertanyaan terkait kondisi Ayah, aku dan keluarga mau menginfokan kalau bulan lalu Ayah terkena serangan stroke yang mengharuskan untuk istirahat total,” tulis Rama Sahetapy dalam unggahan Instagram-nya pada Selasa (1/8/2023) dikutip dari Kompas.com.

(Galuhh Widya Wardani)(TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.