Grid.ID-Belanja kini semakin mudah dengan layanan Paylater, yang memungkinkan transaksi tanpa pembayaran langsung. Namun, di balik kemudahan itu, ada hal penting yang perlu diperhatikan yakni penggunaan Paylater bisa berdampak pada skor kredit Anda!
Skor kredit yang baik sangat berpengaruh dalam kelancaran pengajuan kredit di masa depan. Oleh karena itu, memahami Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi langkah penting sebelum menggunakan Paylater.
Setelah itu, pastikan Anda mengelola Paylater dengan bijak agar tetap memiliki skor kredit yang sehat. Bagaimana cara menghindari dampak negatif Paylater terhadap skor kredit? Simak ulasan berikut!
Apa Itu SLIK dan Fungsinya?
Mengutip Kompas.com, Rabu (2/4/2025), SLIK adalah sistem pencatatan riwayat kredit yang menggantikan BI Checking atau Sistem Informasi Debitur (SID). Data di SLIK membantu lembaga keuangan menilai kelayakan kredit seseorang.
Dengan SLIK, Anda bisa mengetahui apakah kredit Anda lancar atau justru bermasalah. SLIK juga membantu mempercepat proses persetujuan kredit karena riwayat kredit debitur dapat diakses dengan mudah.
Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), SLIK sangat berguna karena membuka akses pembiayaan lebih luas tanpa harus memiliki agunan, cukup dengan riwayat kredit yang baik.Selain itu, SLIK dapat mendorong nasabah untuk menjaga reputasi kreditnya, karena semua kegiatan kredit tercermin dalam SLIK.
Adapun informasi yang tercantum dalam SLIK meliputi: status kolektibilitas (KOL) debitur, laporan fasilitas penyediaan dana, dan data agunan dan informasi kredit dari berbagai lembaga keuangan.
Jenis Kredit yang Tercatat di SLIK
Riwayat kredit dalam SLIK mencakup berbagai jenis pinjaman, seperti:
Memahami Skor Kredit dalam SLIK
OJK mengelompokkan skor kredit dalam lima kategori:
Skor 1: Kredit lancar (tidak pernah menunggak).
Skor 2: Kredit dalam perhatian khusus (tunggakan 1-90 hari).
Skor 3: Kredit tidak lancar (tunggakan 91-120 hari).
Skor 4: Kredit diragukan (tunggakan 121-180 hari).
Skor 5: Kredit macet (tunggakan lebih dari 180 hari).
Jika skor Anda buruk, pengajuan kredit di masa depan bisa terhambat, termasuk pinjaman KPR atau kredit kendaraan. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga skor kredit tetap baik.
Cara Bijak Menggunakan Paylater Agar Skor Kredit Tetap Baik
Layanan Paylater bisa menjadi solusi praktis dalam mengelola keuangan, tetapi penggunaannya perlu dilakukan dengan bijak agar tidak berdampak buruk pada skor kredit. Jika tidak dikelola dengan baik, Paylater dapat menyebabkan masalah finansial di kemudian hari.
Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan untuk memastikan skor kredit tetap baik sambil tetap memanfaatkan Paylater secara optimal, dikutip dari Idscore.id.
1. Rutin Memantau Skor Kredit
Pastikan untuk selalu memeriksa skor kredit secara berkala. Ada banyak aplikasi atau layanan pemantauan kredit yang bisa digunakan untuk melihat apakah ada perubahan pada skor kredit.
Dengan rajin memeriksa, kita bisa segera mengetahui jika ada kesalahan atau aktivitas mencurigakan yang bisa berdampak negatif pada keuangan.
2. Bayar Tagihan Tepat Waktu
Salah satu faktor utama dalam menjaga skor kredit tetap baik adalah membayar tagihan Paylater tepat waktu. Keterlambatan pembayaran bisa menurunkan skor kredit dan menyebabkan biaya tambahan berupa bunga atau denda.
Sebisa mungkin, usahakan membayar tagihan sebelum jatuh tempo, bahkan jika hanya membayar jumlah minimum yang disyaratkan.
3. Gunakan Paylater Secara Bijak
Paylater sebaiknya digunakan hanya untuk kebutuhan penting. Hindari membeli barang yang tidak benar-benar diperlukan agar utang tidak menumpuk.
Buat anggaran keuangan yang realistis dan sesuaikan penggunaan Paylater dengan kemampuan membayar agar tetap berada dalam kondisi finansial yang sehat.
4. Tetapkan Batas Penggunaan
Jangan menggunakan Paylater melebihi kemampuan membayar. Tetapkan batas yang sesuai dengan kondisi keuangan agar pembayaran tetap lancar tanpa harus berutang lebih dari yang mampu dikembalikan dalam waktu tertentu.
5. Periksa Laporan Kredit Secara Berkala
Kesalahan dalam laporan kredit bisa berdampak buruk pada skor kredit. Jika menemukan ketidaksesuaian atau ada informasi yang tidak akurat, segera laporkan kepada lembaga kredit terkait agar diperbaiki.
6. Segera Cari Solusi
Jika Mengalami Kesulitan Pembayaran Jika mengalami kesulitan dalam membayar tagihan Paylater, jangan menunggu hingga masalah semakin besar. Hubungi penyedia layanan Paylater untuk mencari solusi terbaik, seperti restrukturisasi utang atau perpanjangan tenggat waktu, agar tetap bisa mengelola keuangan dengan baik tanpa merusak skor kredit.
7. Pertimbangkan Konsolidasi Utang
Jika memiliki beberapa utang Paylater dan merasa kesulitan mengelolanya, pertimbangkan opsi konsolidasi utang. Cara ini bisa membantu menyederhanakan pembayaran dan terkadang memberikan suku bunga yang lebih rendah.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, penggunaan Paylater dapat lebih terkendali tanpa harus merugikan skor kredit. Kunci utamanya adalah selalu bertanggung jawab dalam mengelola keuangan, membayar tagihan tepat waktu, dan memantau kondisi kredit secara rutin agar tetap berada dalam kondisi finansial yang sehat.