Dari Cristiano Ronaldo Hingga Paul Pogba, Rekrutan Terbaik dan Terburuk Paratici di Juventus, Tudor?
Aprianto April 03, 2025 03:31 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fabio Paratici memainkan peran penting di Juventus antara tahun 2010 dan 2021, mengawasi sejumlah perekrutan kunci yang berkontribusi pada dominasi klub di kancah domestik. 

Selama masa jabatannya, Juventus mengamankan sembilan gelar Serie A berturut-turut, bersama dengan sejumlah penghargaan utama lainnya, yang memperkuat posisi mereka sebagai tim papan atas Italia.

Sebagai kepala strategi transfer klub, Paratici bertanggung jawab untuk mendatangkan bakat-bakat terbaik guna memperkuat skuad. 

Kemampuannya untuk mengidentifikasi dan mengamankan pemain-pemain berkualitas berperan penting dalam keberhasilan Juventus.

Dengan beberapa akuisisi yang dilakukannya terbukti menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah klub.

Menurut Eurosport, Paratici kini siap menjadi direktur olahraga AC Milan berikutnya, sebuah langkah yang dapat memengaruhi masa depan klub secara signifikan. 

Jika mengingat kembali waktunya di Juventus, ada baiknya kita mencermati baik pemain yang direkrutnya yang paling sukses maupun yang gagal memenuhi harapan.

Salah satu transfernya yang menonjol adalah perekrutan Paul Pogba dari Manchester United pada tahun 2012. 

Mendapatkan gelandang Prancis itu dengan status bebas transfer merupakan langkah yang jitu, karena Pogba dengan cepat berkembang menjadi salah satu pemain muda terbaik di dunia. 

Juventus kemudian menjualnya kembali ke Manchester United pada tahun 2016 dengan biaya yang memecahkan rekor, menjadikannya salah satu kesepakatan paling menguntungkan dalam sejarah klub.

Selain Pogba, Paratici juga bertanggung jawab untuk mendatangkan beberapa pemain kelas dunia lainnya yang menjadi tokoh penting di Juventus. 

Leonardo Bonucci, Andrea Pirlo, Paulo Dybala, dan Cristiano Ronaldo termasuk di antara pemain yang paling signifikan yang direkrutnya.

Yang masing-masing memainkan peran penting dalam kampanye domestik dan Eropa tim tersebut. 

Pemain-pemain ini membantu Juventus mempertahankan dominasi mereka di sepak bola Italia dan tetap kompetitif di pentas kontinental.

Namun, tidak semua transfer Paratici berhasil. Beberapa pemain yang direkrutnya gagal memberi dampak, sehingga menuai kritik dari para pendukung Juventus. 

Di antara transfer yang paling mengecewakan adalah Arthur Melo, Aaron Ramsey, Nicklas Bendtner, Marko Pjaca, dan Nicolas Anelka. 

Para pemain ini kesulitan memberikan penampilan yang diharapkan, dengan cedera, inkonsistensi, dan ketidakcocokan taktik yang membatasi kontribusi mereka bagi tim.

Meskipun mengalami kemunduran ini, masa jabatan Paratici di Juventus sebagian besar berhasil, karena klub tersebut secara konsisten memenangkan trofi di bawah kepemimpinannya. 

Jika ia benar-benar mengambil peran di AC Milan , ia diharapkan untuk membawa tingkat keahlian dan visi yang sama untuk membantu Rossoneri bersaing di level tertinggi. 

Kemampuannya untuk mengidentifikasi bakat-bakat terbaik dan membangun skuad yang menang dapat terbukti berharga karena Milan berupaya untuk memperkuat posisi mereka di kompetisi domestik dan Eropa.

Sekarang Juventus dilatih Igor Tudor setelah Thiago Motta dipecat di Liga Italia Serie A.

(Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.