Rumah Warga Tulungagung Rusak Akibat Ledakan Mercon Balon Udara, Orang Tua 7 Pelaku Siap Ganti Rugi
Pravitri Retno W April 03, 2025 04:31 PM

TRIBUNNEWS.COM - Tujuh pelaku penerbang balon udara berisi mercon yang meledak di rumah warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berhasil diamankan oleh pihak kepolisian pada Rabu (2/3/2025).

Balon udara berisi untaian mercon tersebut jatuh dan merusak rumah seorang warga bernama Turmudi.

Selain rumah Turmudi, balon udara berisi mercon itu juga merusak satu unit mobil milik Mujadi yang terparkir di tempat kejadian perkara.

Rupanya, para pelaku masih anak-anak usia sekolah.

Alhasil, orang tua dan wali pelaku berinisiatif mendatangi polisi setelah mercon buatan para mereka merusak rumah dan mobil warga di Dusun Bacang, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

Mereka mendatangi Polsek Bandung setelah polisi menemukan lokasi penerbangan balon udara ini berasal dari Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

Lokasi itu didapatkan Polsek Bandung dari sebuah rekaman video yang merekam proses penerbangan balon udara berisi mercon tersebut.

Pihaknya pun berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Ngadisuko untuk menemukan identitas para terduga pelaku.

Hasilnya, ada tujuh orang yang mengaku orang tua dan wali para pelaku yang datang ke Polsek Bandung.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Bandung, AKP Anwari.

"Sebenarnya ada sembilan anak yang menjadi terduga pelaku. Tetapi, dua di antaranya belum kooperatif," ujarnya pada Rabu malam, dilansir TribunJatim.com.

Dari para orang tua dan wali ini, Polsek Bandung berhasil mendatangkan tujuh anak terduga pelaku penerbang balon udara.

Sepakat ganti rugi

Dalam pertemuan yang dilakukan di Polsek Bandung, mediasi antara korban dan para terduga pelaku berlangsung.

Keluarga para terduga pelaku sepakat untuk menanggung semua kerusakan yang terjadi, baik pada mobil maupun rumah.

"Pihak korban juga menerima tawaran ganti rugi dari para terduga pelaku, jadi sebenarnya sudah terjadi kesepakatan," tambah Anwari.

Namun, meskipun urusan ganti rugi telah diselesaikan, perkara ini tetap ditarik ke Polres Tulungagung untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian akan menyelidiki peredaran bubuk mesiu yang digunakan untuk membuat petasan.

"Sekarang perkaranya sudah dalam penyelidikan Polres Tulungagung," tegas Anwari.

Kronologi kejadian

Lebih lanjut, Anwari mengungkapkan, para pelaku merupakan anak-anak sekolah.

Mereka membuat sendiri balon udara dan menerbangkannya untuk menyambut lebaran.

Kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan wilayah Kecamatan Durenan, Kecamatan Bandung, dan Kecamatan Pakel.

Balon udara yang dibuat oleh para pelaku berukuran besar, tetapi tidak mampu terbang tinggi karena dibebani 10 petasan ukuran besar.

Saat balon dilepas, sumbu petasan mulai menyala, namun beban yang terlalu berat membuat balon terbang rendah.

Akibatnya, petasan jatuh ke permukiman warga dan meledak di bawah.

"Begitu sejumlah petasan meledak dan jatuh, balon udara terbang tinggi. Barangnya tidak ditemukan," jelas Anwari.

PETASAN BALON UDARA  - Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung Jawa Timur melakukan olah TKP ledakan petasan yang merusak sebuah rumah dan satu unit mobil Daihatsu Xenia, Rabu (2/4/2025). Petasan ini sebelumnya jatuh dari sebuah balon udara yang melintas dari wilayah Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
PETASAN BALON UDARA - Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung Jawa Timur melakukan olah TKP ledakan petasan yang merusak sebuah rumah dan satu unit mobil Daihatsu Xenia, Rabu (2/4/2025). Petasan ini sebelumnya jatuh dari sebuah balon udara yang melintas dari wilayah Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. (Tribun Jatim Network/David Yohanes)

Dalam kejadian ini, terdengar empat kali ledakan.

Salah satu petasan jatuh di atap asbes rumah Turmudi, menghancurkan atap tersebut.

Petasan lainnya jatuh di samping kiri mobil Daihatsu Xenia milik Mujadi, menyebabkan kerusakan parah pada bodi mobil.

Kerasnya ledakan membuat bodi kiri mobil melesak ke dalam, kaca kiri spion hancur, dan semua panel yang melekat di pintu kiri rusak.

"Satu petasan jatuh tepat di samping mobil dan langsung meledak. Seketika mobil rusak parah di bagian kiri," ungkap Anwari.

(Isti Prasetya, TribunJatim.com/David Yohanes)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.