Rupiah Terpuruk saat Libur Lebaran, Imbas Rencana Tarif Impor Trump
kumparanBISNIS April 03, 2025 08:20 PM
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terpuruk saat libur Lebaran. Salah satu penyebabnya adalah pengumuman tarif impor terbaru dari Presiden AS, Donald Trump.
“Pada 2 April ini Trump memastikan tarif. Jelas masih sangat berpengaruh,” kata Financial Markets Analyst dari Traderindo, Wahyu Laksono kepada kumparan, Rabu (2/4).
Berdasarkan data dari Bloomberg, per pukul 14.25 WIB, nilai tukar rupiah melemah 24 poin atau 0,14 persen ke Rp 16.723 per dolar AS.
Soal kebijakan tarif impor terbaru, Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan tarif timbal balik akan dikenakan pada negara-negara yang mengenakan bea masuk pada barang AS. Besaran tarifnya nanti akan diumumkan langsung oleh Trump. Sementara tarif 25 persen baru akan berlaku pada impor mobil.
“Trump menyebut kebijakan tarif timbal baliknya sebagai tarif yang di besar dan baru-baru ini mengatakan akan ‘dimulai kepada semua negara’. Dampaknya akan sangat besar secara global,” lanjut Wahyu.
Menurut analis dari Panin Sekuritas, Felix Darmawan, pelemahan rupiah ini juga bisa mengecilkan surplus dagang kepada AS dan secara total terjadi di tengah perlambatan harga komoditas andalan seperti batu bara dan nikel.
Ia juga melihat melemahnya rupiah di kala Bank Indonesia (BI) libur juga memperburuk situasi yang ada.
“Sebagai contoh, selama libur Lebaran 2024, rupiah tertekan akibat ekspektasi penundaan pemangkasan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik yang mendorong arus keluar modal asing. Rupiah melemah dari Rp 15.873 per USD pada 5 April menjadi Rp 16.176 per USD saat BI kembali beroperasi pada 16 April,” ujar Felix,
Untuk rupiah yang sudah mencapai Rp 16.731 per 1 USD, level ini merupakan yang terendah sejak awal tahun ini. Bahkan level rupiah tersebut merupakan yang terendah setelah pandemi. Tak hanya itu, level tersebut juga mendekati titik rendah kurs pada saat krisis moneter 1998, yang saat itu mencapai Rp 16.800 per dolar AS.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), rupiah sempat anjlok hingga Rp 16.741 per dolar AS pada 2 April 2020, sebelum akhirnya kembali menguat ke kisaran Rp 14.000 pada Juli 2020.