Bawang putih mengandung senyawa penting untuk mendukung kesehatan. Namun, ada beberapa manfaat bawang putih yang ternyata hanya mitos belaka.
Bawang putih tidak hanya berguna menyedapkan masakan tetapi juga sebagai metode pengobatan alami. Ini karena bawang putih mengandung zat dengan sifat antimikroba yang ampuh.
Mengonsumsi bawang putih dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Kisah tentang kemampuan penyembuhan bawang putih bermula dari Yunani Kuno.
Sayangnya, kini banyak bertebaran mitos-mitos yang salah kaprah tentang manfaat bawang putih. Dikutip dari The Daily Mail (30/03/25) berikut mitos tentang bawang putih yang masih dipercaya.
![]() |
Ada cerita rakyat yang menyebut bahwa mengoleskan bawang putih mentah ke telapak kaki anak dapat menurunkan demam. Hal ini masih dilakukan hingga sekarang.
Padahal, tidak ada penjelasan secara ilmiah yang dapat membuktikan hal tersebut, meskipun bawang putih memiliki sifat anti bakteri.
Justru, sebuah penelitian mengimbau agar menghentikan praktik ini karena bisa berbahaya. Menurut peneliti yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric Emergency Care, cara tersebut dapat mengakibatkan cedera yang tidak sengaja.
Pada 2024 lalu, sempat ada tren kecantikan yang menyarankan orang untuk mengonsumsi bawang putih mentah setiap hari untuk menghilangkan jerawat hormonal.
Ini dipercaya karena hubungan antara produksi sebum di kulit dan kemampuan bawang putih yang diketahui dapat melawan peradangan. Meskipun kedengarannya masuk akal, tetapi hal tersebut tidak benar adanya.
Para ahli berpendapat tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bawang putih dapat menyembuhkan jerawat.
Meskipun makan bawang putih dalam jumlah sedang mungkin aman, tetapi jika berlebihan justru bisa menimbulkan masalah tersendiri, seperti baru mulut, bau badan, dan sakit perut
Infeksi telinga merupakan penyakit yang umum di kalangan anak-anak. Biasanya diobati dengan pengobatan rumahan yakni menggunakan bawang putih sebagai bahan alami untuk melawan infeksi.
Hal ini dilakukan karena bawang putih memang memiliki sifat antimikroba allium yang sangat efektif. Namun, kemanjuran metode ini masih diperdebatkan dalam dunia medis.
Para ahli secara kolektif setuju bahwa memasukkan satu siung bawang putih langsung ke telinga anak bukanlah ide yang baik. Cara ini bahkan berbahaya karena berisiko merusak gendang telinga, menyebabkan ruam, dan infeksi.
![]() |
Bawang putih mengandung allicin atau senyawa yang mengandung sulfur. Karena hal ini, banyak yang berpendapat bahwa mengonsumsi bawang putih saja bisa menurunkan berat badan.
Namun, hal tersebut faktanya tidak didukung oleh penjelasan ilmiah. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition memang menemukan bahwa bawang putih dapat bermanfaat untuk diet.
Namun, manfaat itu tidak didapatkan dengan hanya mengonsumsi bawang putih saja, tetapi juga dibarengi dengan diet rendah kalori.
Kaitan antara konsumsi bawang putih dan kesehatan darah sering kali diteliti. Maka tak heran jika memunculkan mitos bahwa bawang putih dapat mendetoksifikasi darah.
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan trigliserida serum, membantu dalam pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular.
Namun, meskipun benar, tetapi tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa bawang putih dapat mendetoks darah. Terlebih lagi, untuk mendapatkan efek yang diinginkan, bawang putih kemungkinan besar perlu bekerja sama dengan tindakan lain.