TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan Real Madrid dari Valencia pada pekan ke-30 Liga Spanyol 2024/2025 menjadi sorotan tajam, karena hasil tersebut bisa berdampak besar dalam perebutan gelar juara.
Selain menghambat langkah Los Blancos, kekalahan ini sekaligus membuka jalan lebar bagi Barcelona untuk melaju tanpa tekanan di puncak klasemen.
Dengan selisih poin yang semakin melebar, Barcelona kini berada dalam posisi ideal untuk mengamankan gelar juara jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Seperti diketahui, Real Madrid dipermalukan di kandangnya sendiri saat menjamu Valencia.
Pertandingan yang digelar di Santiago Bernabeu, Real Madrid harus rela kalah dengan skor 1-2 atas Valencia, Sabtu (5/3/2025) malam WIB.
Dua gol Valencia dicetak oleh Mouctar Diakhaby (15') dan Hugo Duro (90+5').
Sedangkan gol Real Madrid diukir oleh Vinicius Junior (50').
Terdapat beberapa sorotan tajam mengiringi kekalahan Real Madrid ini.
Selain membuka jalan Barcelona juara, Real Madrid ternyata payah dalam mengeksekusi penalti.
1. Buka Jalan Barcelona Juara
Kekalahan Real Madrid atas Valencia menjadi angin segar bagi Barcelona.
Kini, selisih antara kedua raksasa Spanyol itu melebar menjadi tiga poin, dengan Barcelona masih menyimpan satu laga kontra Real Betis.
Jika Blaugrana mampu meraih kemenangan di laga tersebut, mereka akan menjauh dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Barcelona untuk mengunci gelar juara lebih cepat—bahkan bisa terjadi pada pekan ke-36, asalkan mereka terus menjaga konsistensi dan menyapu bersih sisa pertandingan.
Tak hanya itu, peluang mengangkat trofi lebih awal makin terbuka lebar jika Real Madrid kembali terpeleset dalam laga-laga berikutnya.
2. Real Madrid Payah Soal Penalti
Real Madrid sejatinya punya kesempatan emas untuk unggul lebih dulu di babak pertama lewat titik putih.
Sayangnya, Vinicius Junior yang dipercaya sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangan kerasnya ke arah kanan gawang berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Valencia, Giorgi Mamardashvili, pada menit ke-13.
Kegagalan ini semakin memperpanjang rapor negatif Real Madrid musim ini dalam mengeksekusi penalti.
Uniknya, penalti menjadi sebuah kelemahan yang kerap menghantui mereka di momen-momen krusial pertandingan.
Musim ini, Real Madrid telah gagal memanfaatkan penalti sebanyak lima kali.
"RealMadrid telah gagal mengeksekusi penalti sebanyak lima kali musim ini di semua kompetisi (11/16), jumlah tertinggi mereka dalam hal penalti yang gagal dieksekusi dalam satu musim setidaknya sejak 2013/14," tulis keterangan OptaJose di Twitter (X).
Penalti yang seharusnya menjadi peluang emas untuk memecah kebuntuan justru gagal dimanfaatkan Real Madrid dengan baik.
Alih-alih menjadi kado indah, eksekusi yang tak sempurna dari Vinicius Junior membuat momen krusial itu sirna begitu saja.
Kegagalan ini seolah menegaskan bahwa titik putih bisa menjadi momok bagi Real Madrid musim ini.
(Ali)