TIMESINDONESIA, MALANG – Masyarakat dari kampung atau desa di Kabupaten Malang punya beragam makanan ataupun jajanan khas yang biasanya dicari saat momen lebaran.
Sebagian sajian khas lebaran ini berupa makanan pelengkap yang dipelroduksi unrik hidangan makanan. Paling banyak, jajanan yang diolah sebelumnya untuk disuguhkan di meja tamu saat lebaran.
Berikut makanan dan jajanan khas lebaran yang bisa didapati di desa menemani keberkahan lebaran Idul Fitri di Kabupaten Malang:
Cukup jauh di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan, terdapat rumah industri rumahan melegenda sepanjang jaman. Produksi tahu goreng khas asli dari Desa Sumbermanjing Kulon, Pagak Kabupaten Malang, adalah salah satu yang banyak dicari warga setiap lebaran.
Pembuat tahu goreng khas Desa Sumbermanjing Kulon ini salah satunya adalah Tumiran (65), warga RT/RW 36/09 Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.
"Usaha tahu goreng ini kami jalankan sejak tahun 1974. Ya, meneruskan usaha orang tua almarhum bu Katemi dan mbah (kakek) yang sudah dirintis sebelumnya," kata Tumiran, ketika ditemui TIMES Indonesia, Rabu (2/4/2025) kemarin.
Dikatakan, pembuatan tahu yang juga diproduksi sendiri mulai bahan tahunya ini adalah peninggalan leluhur, yang sudah dirintis sejak 1949 silam.
Meski sudah berjalan puluhan tahun, namun tidak diproduksinya dalam skala besar. Mereka juga tidak melayani permintaan produksi tahu putih atau basah.
Alasannya, karena penjualannya lebih mengandalkan pesanan dan pelanggan tetap. Pembuat la tahu dalam jumlah banyak hanya kalau ada pesanan lebih.
Meski begitu, tahu Sumbermanjing banyak diminati luas karena rasanya yang gurih dan renyah. Meski berada di pedesaan, kekhasan tahu ini sudah banyak dinikmati tak hanya warga Malang, namun juga pelanggan hingga Jakarta.
Kualitas rasanya yang gurih awet sampai dua hari. Ini karena campuran bumbunya yang khas dan cara memproduksinya yang harus bagus.
"Saat produksi, kebersihan harus selalu dijaga, ini yang paling utama. Kalau gak bersih rasa tahu gampang kecut, terasa ada pahitnya dan berair," kata Pak Tumiran.
Tahu matang Sumbermanjing Kulon juga khas pada proses penggorengannya. Dimana, tidak menggunakan kompor gas dan minyak, melainkan dengan tungku api bahan kayu bakar.
Cara pengapian dengan pemanas tungku tradisional ini dianggap nenjadikan tahu gorengnya lebih taneg dan akan tahan lama.
"Tahu kami jarang tidak habis terjual. Rata-rata sudah diminta pembeli di tempat produksi," demikian bapak ramah ini.
Hasil priduksinya juga kerap dipesan untuk oleh-oleh dari kampung halaman untuk dibawa ke perantauan. Bahkan, dibawa oleh pekerja migran ke Abu Dhabi, Hong Kong dan Malaysia.
Foto: Instagram/epcakrozi_ngalam
Tak hanya hidangan makanan tradisional, es krim juga kerap disajikan kepada tamu saat lebaran. Terutama, untuk kelompok usia anak-anak.
Seperti halnya Es Puter Cak Rozi asal Pakisaji, Kabupaten Malang, yang diproduksinya secara tradisional. Es krim khas Cak Rozi punya banyak varian rasa, yang disajikan dalam kemasan cup kecil.
"Ada varian tambahan rasa strawberry, cokelat, fanilla, dan durian. Bisa disajikan dalam wadah cup es krim berukuran kecil," kata Cak Rozi, terkait produk es krim puternya, kemarin.
Ia mengaku menekuni membuat es krim atau es puter ini sejak 2001 silam. Awalnya, Cak Rozi lebih banyak melayani permintaan untuk hidangan tamu acara pesta atau pertemuan resepsi lainnya.
Sekadar diketahui, es krim awalnya dikenalkan pada zaman Belanda datang ke Indonesia. Karena susu sulit dijangku saat itu, masyarakat pribumi berkreasi membuat es krim tradisional menggunakan bahan dasar lebih terjangkau, yaitu santan. Sehingga, selain manisnya ada rasa gurih dan enak saat dikonsumsi.
Meski tergolong jajanan tradisional, tape ketan ireng juga masih dijumpai di beberapa rumah warga saat lebaran. Rasanya yang manis, tidak hanya disukai orang dewasa, anak-anak pun cukup menyukai makanan tape ketan ini.
Tidak banyak memang masyarakat yang membuatnya. Tetapi, tape ketan ireng bisa Anda dapatkan dari pengusaha Tape Manis 87, Kasrudin, yang ada di Desa Banjarsari RT 01/RW 03, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Selain tape ketan hitam, juga ada tape manis dari bahan singkong. Dan, untuk menghadirkan suasana tempo dulu, maka saat lebaran biasanya disajikan dalam bungkus kecil dari daun pisang, daun waru atau lainnya.
Jenis jajanan camilan gula kacang atau biasa disebut Ting Ting, ataupun jenang juga kerap ditemui di meja tamu saat momen lebaran.
Seperti Ting Ting khas kacang wijen Abinyu yang dibuat Faryani, dari Dukuh Lopawon, Desa Kebobang, Wonosari Kabupaten Malang.
Ting ting kacang wijen yang diproduksi Faryani bisa disajikan dalam potongan-potilongan kecil dalam kemasan plastik, sehingga langsung bisa dimakan tanpa lengket di tangan.
Kue kering gula kacang produksinya juga sudah banyak dijual luas dalam satu kemasan plastik ukuran oleh-oleh, sehingga bisa dipesan dan dibagikan kepada kerabat di luar daerah yang merayakan lebaran. (*)