BANJARMASINPOST.CO.ID,RANTAU- Arus balik Idulfitri 1446 Hijriah di jalan nasional Margasari-Balimau, Sabtu (5/4), diwarnai keluhan pemudik mengenai kondisi jalan yang rusak dan berlubang di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin. Jalan juga terendam banjir akibat tingginya curah hujan.
Akses dari arah Margasari menuju Balimau awalnya terlihat mulus. Namun memasuki Desa Sungai Rutas, jalan yang belum tersentuh perbaikan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional mulai menunjukkan kerusakannya.
Permukaan jalan yang tergenang memaksa pengendara melintas perlahan bahkan harus bergantian karena sebagian tertutup banjir.
Relawan dari warga setempat terlihat aktif membantu mengatur lalu lintas. Bahkan ibu-ibu dan pemuda tampak berjaga mengarahkan kendaraan agar tidak terperosok ke lubang atau terjatuh akibat jalan licin.
“Tidak sedikit jalan yang berlubang dan tergenang,” ujar Mahmudah, salah satu pemudik asal Desa Tambangan, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang sedang dalam perjalanan kembali ke Banjarmasin.
Ia menambahkan sepanjang jalur dari Balimau hingga Tapin terdapat sedikitnya tiga titik jalan berlubang dan tergenang. Bahkan saat mudik, kerusakan tersebut sudah mulai terlihat, namun kini kondisinya semakin parah.
Warga berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional segera mengambil tindakan. Pasalnya, ruas ini merupakan jalan nasional yang menjadi jalur vital penghubung antar kabupaten di Kalimantan Selatan, khususnya antara Tapin, Hulu Sungai Selatan, hingga pemudik Tabalong.
“Jalan ini jalan negara, tapi rusaknya luar biasa. Sudah ada empat pengendara sepeda motor yang terjatuh. Kami hanya bisa menjaga agar pengendara tidak celaka, padahal itu bukan tugas kami sebagai warga,” keluh seorang warga Sungai Rutas yang turut membantu mengatur arus lalu lintas.
Tingginya intensitas hujan juga membuat sejumlah kawasan di Pulaulaut, Kabupaten Kotabaru, dilanda banjir. Dari sejumlah informasi yang dihimpun, debit air sempat menggenangi Jalan Agus Salim, Jalan Raya Berangas Km 5 Desa Sigam, Jalan Raya Stagen Desa Stagen, hingga Jalan Veteran Pal 1.
Derasnya air berwarna kecokelatan ini juga sempat memasuki hunian warga, meskipun tidak berlangsung lama.
Sedangkan di Jalan Raya Berangas, air sempat menghentikan arus lalu lintas karena derasnya luapan air dari sungai dan kawasan sekitar yang terbilang dataran rendah.
Masih di jalur yang sama, derasnya air juga menggerus bagian bawah kontruksi jalan, hingga menyebabkan aspal di sekitar jembatan retak dan bergelombang.
Pantauan ke lokasi pada Sabtu pagi, air sudah drastis turun hingga aktivitas masyarakat kembali normal. Dituturkan Hairul, warga yang bermukim di Kotabaru Hilir, hujan pada Jumat malam berlangsung lama dan deras.
"Pokoknya lepas magrib itu sudah mulai deras sampai beberapa jam sempat teduh tapi gerimis berlanjut," sebutnya.
Pascagelombang tinggi disertai banjir rob dan angin kencang, aktivitas masyarakat terdampak di Desa Tanjung Samalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, Kotabaru kembali normal, Sabtu.
Warga telah kembali ke hunian masing-masing untuk beres-beres dan melakukan perbaikan kondisi rumah yang mengalami kerusakan setelah terdampak cuaca ekstrem pada Selasa (1/4).
Diungkapkan Kades Hasnaini, bencana itu menjadi yang terparah setidaknya di satu dekade terakhir. Pasalnya, sekitar 47 rumah warga rusak terdampak, tiga jembatan Titian, 10 perahu nelayan, hingga adanya tambak yang jebol di desa tetangga.
"Saya berharap ada mitigasi jangka panjang, seperti dibuatkan pemecah ombak di sisi barat," sebutnya, Sabtu. (tar/tab)