Respons Banjir dan Longsor di Sumatra, Bahlil Instruksikan Ini ke Kader Golkar
Glery Lazuardi November 30, 2025 08:33 PM
Ringkasan Berita:
  • Bantuan Rp3 miliar dari Partai Golkar disalurkan langsung untuk korban banjir dan longsor di Sumatra.
  • Pesan solidaritas Bahlil Lahadalia: empati dan gotong royong jadi kunci pemulihan masyarakat terdampak.
  • BNPB catat 303 korban jiwa dan puluhan ribu pengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
  • Akses jalan nasional terputus, distribusi logistik terhambat, ribuan keluarga masih terisolasi.
  • Golkar instruksikan kader turun langsung di lapangan, wujudkan kepedulian nyata bukan sekadar ucapan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Narasi kemanusiaan dan solidaritas menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyusul musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Ribuan warga terdampak, pemukiman rusak, hingga aktivitas ekonomi terhenti, menggugah kepedulian berbagai pihak untuk ikut meringankan beban masyarakat.

Dalam pernyataannya, Minggu (30/11/2025), Bahlil menegaskan bahwa yang paling penting saat ini adalah menghadirkan empati dan kekuatan bersama bagi para korban.

“Bapak ibu sekalian, kami di Partai Golkar turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Semoga para korban diberikan kekuatan dan ketabahan, serta kondisi segera pulih kembali,” ujar Bahlil saat memimpin penyaluran bantuan sebesar Rp 3 miliar kepada para korban terdampak di wilayah tersebut.

Dia mengatakan bantuan ini ditujukan untuk mendukung penanganan darurat, membantu kebutuhan dasar masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak.  

Bahlil menekankan bahwa kepedulian bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari panggilan moral untuk hadir di tengah masyarakat ketika solidaritas sangat dibutuhkan. 

Ia menyebut Golkar ingin menghadirkan aksi nyata yang memberi dorongan bagi warga untuk bangkit kembali.

“Golkar hadir bukan hanya dalam politik, tetapi juga dalam aksi nyata di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi dorongan semangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Selain itu, Menteri ESDM tersebut menginstruksikan seluruh elemen Golkar, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif, untuk turun langsung membantu proses penanganan di lapangan. 

Arahan tersebut, kata Bahlil, menjadi penegasan bahwa kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya ucapan.

Bahlil pun mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong, memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

“Musibah ini adalah ujian kebersamaan kita. Dengan gotong royong, kita pasti mampu melewati masa sulit ini,” pungkas dia.

Data Korban Bencana di Sumatra

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total sebanyak 303 jiwa meninggal dunia dalam bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga Sabtu (29/11/2025). 

Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat sebanyak 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta 8 orang luka-luka.

Jumlah pengungsi di sana mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah.

Mereka tersebar di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

Masifnya kerusakan jembatan dan jalan nasional berdampak pada terputusnya akses utama, termasuk jalur Banda Aceh–Lhokseumawe serta jalur perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang. 

Hingga kini, beberapa daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah juga dilaporkan masih belum dapat diakses melalui jalur darat.

Di Sumatera Utara, BNPB mencatat 166 korbanmeninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. 

Ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. 

BNPB juga mencatat jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan kepala keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Di Provinsi Sumatera Barat, BNPB mencatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka.

Jumlah korban tertinggi tercatat berada di Kabupaten Agam.

Data sementara BNPB menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. 

Sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan menyulitkan akses distribusi. 

Namun, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba dan delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.