Menko Airlangga Beberkan Komitmen Pendanaan JETP Indonesia Naik Jadi 21,4 Miliar Dolar AS 
Seno Tri Sulistiyono December 05, 2025 06:32 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan komitmen pendanaan internasional untuk program Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia terus meningkat. 

Pendanaan sebelumnya sebesar 20 miliar dolar AS, kini bertambah menjadi 21,4 miliar dolar AS. Menurut Airlangga, dari total komitmen tersebut, 11 miliar dolar AS berasal dari International Partners Group (IPG), sementara 10 miliar dolar AS lainnya berasal dari kelompok pendanaan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

"Sekarang sudah meningkat menjadi Rp21,4 miliar. Di mana 11 miliar dolar AS dari IPG dan 10 miliar dolar AS dari GFANZ," ujar Menko Airlangga saat Konferensi Pers di Gedung Ali Wardhana, Jumat (5/12/2025).

Menko Airlangga menjelaskan, dari total dana yang dijanjikan sebanyak 3,1 miliar dolar AS sudah berhasil dimobilisasi, sementara 5,5 miliar dolar AS lainnya tengah dalam proses negosiasi untuk masuk dalam proyek-proyek konkret JETP.

Selain itu, Inggris dan Irlandia juga telah menyampaikan hasil studi mengenai Just Framework yang berisi langkah-langkah implementatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan mendukung transisi energi yang inklusif di Indonesia.

Airlangga menambahkan, pemerintah Jepang turut memberikan apresiasi kepada Sekretariat JETP serta donor IPG atas penyusunan JETP Progress Report 2025 yang saat ini sedang difinalisasi.

‎Beberapa proyek yang sudah ada adalah Green Corridor Sulawesi, program de-dieselisasi, kemudian program geothermal di Sumatera, kemudian dengan kombinasi ASEC juga ada proyek Waste to Energy.

"‎Dan mereka meminta agar pertama prioritisasi daripada solar rooftop, yang kedua terkait dengan rencana lanjutan daripada renewable energy yang lain, yang ketiga terkait dengan proses untuk pengadaan renewable energy ataupun tender, karena RUPTEL PLN sendiri sudah memasukkan 70GW di tahun 2025-2034," terangnya.

 

"‎Jadi ini adalah sebuah proyek commitment yang besar karena itu dengan ketersediaan dana sebesar 21,4 bilion dolar AS adalah sebuah dana yang besar dan itu tergantung kepada Indonesia dan lintas kementerian untuk mengakselerasikan," imbuhnya menegaskan.

Untuk informasi, Menko Perekonomian Airlangga menggelar pertemuan soal JETP sebagai tindak lanjut dari rapat sebelumnya. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari duta besar negara-negara yang masuk dalam International Partners Group. Perwakilan Uni Eropa dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

Kemudian dari ASEAN Development Bank, World Bank, dan Gesell Software International dan beberapa duta besar hadir dari EU, dari Inggris, kemudian juga dari Denmark.

Lalu perwakilan dari pimpinan Just Energy Transition Partnership, yaitu dari Jerman dan Jepang. Hadir dari Itali, kemudian juga dari Perancis serta Kanada.

Adapun sebelumnya JETP menjanjikan pendanaan senilai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 300 triliun untuk transisi dan dekarbonisasi energi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, dana hibahnya hanya sebesar 160 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,4 triliun. Sisanya berupa utang.

Dalam JETP, diminta mengurangi puncak emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi 290 metrik ton karbon dioksida pada 2030 dan mencapai netralitas karbon atau net zero emission (NZE) pada 2050.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.