TRIBUNTRENDS.COM - Tabir kejanggalan dalam kasus dugaan pembunuhan anak politisi PKS, Maman Suherman, perlahan mulai terkuak.
Korban, Muhammad Axle Herman Miller, bocah berusia 9 tahun, dipastikan meninggal dunia akibat pembunuhan, bukan karena aksi perampokan seperti dugaan awal.
Kepastian tersebut disampaikan polisi setelah hasil penyelidikan mengarah pada adanya pelaku yang secara khusus mengincar nyawa korban.
Dengan demikian, peristiwa tragis ini bukanlah kejahatan acak, melainkan tindakan yang disengaja hingga berujung pada hilangnya nyawa Axle.
Baca juga: Keberadaan ART & Satpam di Rumah Besar Politisi PKS Cilegon yang Mendadak Hilang, Tengah Libur?
Tubuh korban ditemukan bersimbah darah di dalam kamar.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui sang ayah, Maman Suherman, setelah ia mendapat kabar dari anak keduanya, D, yang menyebutkan bahwa rumah mereka diduga menjadi sasaran perampokan.
Mendengar informasi tersebut, Maman segera pulang ke rumah.
Namun, setibanya di lokasi, dugaan perampokan itu berubah menjadi tragedi yang jauh lebih mengerikan.
Axle ditemukan dalam kondisi tergeletak lemas.
Maman pun langsung membawa putra bungsunya ke rumah sakit dengan harapan nyawa sang anak masih bisa diselamatkan.
Sayangnya, harapan itu pupus.
Pihak rumah sakit menyatakan Axle telah meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta mengundang perhatian publik atas kasus yang kini tengah didalami aparat kepolisian.
Atas tewasnya bocah kelas empat SD itu, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.
Usai dihubungi terkait kasus pembunuhan, penyidik Polres Cilegon segera mendatangi TKP.
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama mengurai temuan penyidik di TKP.
Ternyata di rumah mewah nan megah itu, darah korban sudah tercecer.
"Kita menemukan beberapa bercak darah di lokasi. Rumah dua tingkat. Jadi darah itu sudah menyebar ke mana-mana," kata AKP Yoga Tama dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV, Kamis (18/12/2025).
Selain dari TKP, penyidik juga mendapatkan fakta dari pemeriksaan jasad korban.
Dari hasil pemeriksaan, Axle mendapatkan 22 luka dengan kondisi yang mengenaskan.
"(Ada) 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul," ujar AKP Yoga Tama.
Kejanggalan kedua dari kasus pembunuhan anak politisi PKS itu adalah terkait tidak adanya barang yang hilang di TKP.
Hal itu seolah menandakan bahwa terduga pelaku pembunuhan tidak mengincar harta orangtua korban yang tampak kaya raya.
Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan menyebut tidak ada barang berharga di TKP yang hilang.
“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," imbuh AKP Sigit Dermawan dikutip dari Kompas.com.
Bahkan kata Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, barang berharga seperti ponsel milik korban tidak ada yang hilang sama sekali di TKP.
"Tidak ada barang yang hilang. Handphone ada lima di atas, tidak ada yang diapa-apakan," ungkap Kompol Firman Hamid.
Baca juga: Teriakan Anak Kedua Politisi PKS Cilegon di Telepon pada Ayah, Kabarkan Sang Adik Bersimbah Darah
Dari temuan tersebut, polisi pun mengungkap dugaan sementara.
Yakni kematian Axle bukan karena perampokan, tapi pembunuhan.
"Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan dapat dilihat dari keadaan korban di rumah sakit," kata AKP Yoga Tama.
"Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan kasus pembunuhan. Jadi bukan perampokan," sambungnya.
Lantaran kasus tersebut adalah pembunuhan, penyidik masih intens melakukan penyelidikan.
"Untuk dugaan kasus pembunuhan seperti ini untuk timeline harus jelas, keterangan dari para saksi harus jelas, makanya butuh waktu cukup lama, sampai sekarang 8 saksi masih dalam pemeriksaan," imbuh AKP Yoga Tama.
Kejanggalan keempat yang ditemukan di TKP adalah diduga CCTV rumah tidak berfungsi saat insiden pembunuhan.
Pun dengan benda dan alat bukti pembunuhan, penyidik belum menemukannya.
"Untuk benda-benda tersebut belum ada, itu masih dicari, belum ditemukan," kata AKP Sigit Dermawan
Kelima, kejanggalan yang belakangan berkembang terkait pembunuhan Axle adalah perihal sosok terduga pelaku.
Penyidik menyebut sudah dapat titik terang soal sosok pelaku.
"Untuk materi kita bisa mengungkap ini, dugaan sudah mengarah ke mana (sosok terduga pelaku), kita sudah merunutkan titik terangnya di mana," ungkap AKP Yoga Tama.
Terkait sosok terduga pelaku, publik ramai di media sosial menyinggung perihal orang dekat orangtua korban.
Netizen di medsos mempertanyakan keberadaan ART dan satpam di TKP.
"Motif sakit hati kayaknya coba pembantu sama satpamnya diperiksa,"
"Dendamkah ? Katanya abis mecat2n karyawannya, koreksi jika salah,"
"Kok bs kejadiannya pas artnya dan security plg awal ??"
"Ini yg katanya ART dan Security nya tiba2 izin gak masuk ya? Pas hari kejadian. CCTV juga mati semua katanya,"
(TribunTrends/TribunBogor)