TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Gelaran Borobudur Moon edisi ketiga digelar di Kawasan Marga Utama Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (31/12/2025) malam.
Selain menghadirkan hiburan untuk masyarakat, acara tersebut juga mengusung misi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.
Kegiatan yang terbuka untuk umum dan digelar secara gratis itu dihadiri ribuan masyarakat Magelang dan sekitarnya.
Selain pertunjukan seni, Borobudur Moon juga menghadirkan kolaborasi dengan perajin wastra ramah lingkungan.
• Update Harga Emas dan Perak Terbaru 2026 Kamis 1 Januari 2026 Sore
Salah satu agenda utama adalah Fashion Show Ecoprint yang menampilkan karya empat desainer di bawah naungan Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Kedu Raya, yakni Ita Sarifah (Corak Alam), Hesti Nugraheni (H&T), Indah Puji Hartatik (Dhipa Hendycraft), dan Novi Mitayani (Arumita Ecoprint).
Ketua AEPI Kedu Raya sekaligus penanggung jawab acara fesyen, Ita Sarifah, menyampaikan bahwa sebagian hasil penjualan produk didonasikan untuk bantuan kemanusiaan.
"Total keuntungan sebesar 50 persen dari penjualan produk di Borobudur Moon akan langsung kami transfer ke rekening Baznas untuk donasi bencana di Aceh dan Sumatera," tegas Ita.
Koleksi yang ditampilkan mengangkat tema “Relief Candi Borobudur” dengan dominasi warna biru dan putih yang merepresentasikan cahaya bulan purnama serta simbol kesucian.
Ketua Penyelenggara Borobudur Moon, Hani Sutrisno, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Magelang, PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan Museum Cagar Budaya Unit Borobudur terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
"Harapan kami Borobudur Moon bisa terus berjalan secara berkelanjutan (sustainable). Ini adalah wadah di mana masyarakat bisa menikmati event berkualitas di kawasan Candi Borobudur secara gratis," ujar Hani.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp120.683.762.
Dana diserahkan kepada Baznas untuk disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.
Borobudur Moon juga diisi doa lintas agama tanpa penggunaan petasan maupun kembang api, sesuai imbauan Pemerintah Kabupaten Magelang.
Acara ditutup dengan pelepasan balon sebagai simbol harapan di tahun baru. (tro)