Tidak Ada Terima Bantuan, Warga Terdampak Banjir di Martapura Barat : Kami Perlu Makan
January 01, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Menatap ke depan jalan saat hujan yang mengguyur, Sarkiyah dan suaminya berdiri di balik pintu depan rumahnya dengan mengangkat tinggi pakaiannya agar tidak kena air.

Warga Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) ini, berharap ada yang datang memberikan bantuan bahan makanan.

Sesekali memandang kekiri kanan jalan depan rumahnya yang terendam air setinggi lutut, saat reporter Banjarmasin Post melintas di tengah genangan air banjir, Sarkiyah dengan ramah menyapa.

"Pak mau kemana, lihatin kami, kami perlu makan,"ucapnya, Kamis (1/1/2025).

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini di Tahun Baru 2026, Banjir Rob Ancam Pesisir Kalsel Sepekan Kedepan

Saat tahu dari Reporter Banjarmasin Post yang mampir, Sarkiyah dengan semangat supaya melihat langsung kondisi dalam rumahnya air sudah memenuhi setengah tinggi rumahnya.

"Keadaan ini sudah berlangsung satu minggu ungkapnya, kami tetap tinggal di rumah walau kondisinya banjir, untuk tidur kami membuat apar-apar (dipan darurat) di atas,"ujarnya sambil menunjuk bagian dalam atap seng rumahnya.

Wanita tua yang kesehariannya sebagai penjemur ikan dari hasil tangkapan ikan sungai suami ini mengatakan,  sejak desa kami dilanda banjir ini sebagian warga disini tidak bisa mencari nafkah.

"Kami tidak makan, karena memang tidak ada bahan makanan yang akan dimasak," ucapnya lirih.

Hingga kini, belum ada bantuan sembako yang diterimanya. Padahal, keluarganya perlu makan.

Ia berharap berharap sekali pemerintah melihat keluarganya yang terdampak banjir.

"Tolong lihatin kami, kami perlu bantuan Pak," harapnya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca juga: Identitas Jasad Pria Mengapung di Tengah Banjir Melayu Ulu Banjar Belum Dikenali, Ini Ciri-Cirinya

Dari pantauan, di wilayah Kecamatan Martapura Barat, sejumlah desa seperti Desa Sungai Rangas, Sungai Batang sampai ke Desa Pekauman rumah-rumah sebagian besar terendam banjir.

Kondisi permukiman pun sepi, karena tidak ada kendaraan yang melintas.

Warga hanya satu dua orang saja yang terlihat keluar rumah, karena warga hanya sebagian bertahan di rumah dan banyak juga yang mengungsi ketempat aman. (Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.