BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nelayan bernama Maman (52), yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Jasad korban ditemukan terdampar di pesisir Pulau Semujur pada Jumat (2/1/2026) pagi.
Lokasi penemuan berjarak sekitar 3 nautical mile (mil laut) dari titik awal kejadian, tempat kapal korban dihantam ombak besar akibat cuaca buruk dua hari sebelumnya.
Penemuan jasad korban bermula saat seorang nelayan yang melintas di sekitar Pulau Semujur melihat sesosok tubuh tergeletak di tepi pantai. Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut ke Posko SAR untuk ditindaklanjuti.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi. Jasad korban dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke Pantai Pan Semujur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka yang beralamat di Desa Temberan.
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, memberikan keterangan resmi terkait keberhasilan operasi SAR ini.
"Pagi hari ini, Tim SAR menerima informasi dari nelayan di Pulau Semujur mengenai penemuan sesosok jasad manusia yang diduga kuat adalah korban yang tengah kita cari," terang Mikel.
"Kami segera bergegas melakukan evakuasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras membantu proses pencarian ini," ucapnya.
Mengingat kondisi cuaca yang cukup ekstrem belakangan ini, Mikel juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut.
"Mengingat potensi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari, kami mengimbau masyarakat untuk selalu melengkapi diri dengan alat pelindung diri (pelampung) saat beraktivitas di perairan," pintanya.
Jika mengalami kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Basarnas di 115 atau Basarnas Pangkalpinang di 0811-7810-115 (WhatsApp). (Bangkapos.com/Adi Saputra)