BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cahaya senter yang berkelip di tengah laut menjadi penanda keselamatan bagi tiga nelayan yang mengalami musibah di perairan Laut Bembang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Ketiganya berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah perahu yang mereka tumpangi pecah dihantam gelombang.
Peristiwa itu terjadi sekitar 10 kilometer dari bibir pantai. Tiga nelayan tersebut masing-masing Marhan (45), pemilik perahu asal Dusun Kedondong, Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus; Afan (48), warga Dusun Kimjung, Desa Puput, Kecamatan Parittiga; serta Agus (35), warga Dusun Tayu, Desa Ketap, Kecamatan Jebus.
Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany, membenarkan ketiganya telah ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12) malam.
“Sekitar pukul 21.01 WIB mereka berhasil ditemukan. Alhamdulillah seluruh korban selamat,” ujar Adhian kepada Bangkapos.com, Rabu (31/12).
Sebelumnya, ketiga nelayan tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan laut pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Perahu yang mereka gunakan bertolak melaut sejak pukul 05.00 WIB dengan rencana
memasang rumpon sekaligus memancing. Namun, gelombang tinggi menyebabkan bagian haluan perahu pecah hingga lambung kapal dipenuhi air laut.
Dalam kondisi darurat, para korban sempat melakukan panggilan video untuk meminta bantuan kepada rekan sesama nelayan. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke aparat desa dan dilaporkan kepada instansi terkait.
Tim SAR Gabungan pun segera bergerak menggunakan kapal nelayan untuk melakukan pencarian.
Petugas akhirnya menemukan titik cahaya senter di tengah perairan, yang menjadi petunjuk keberadaan korban. Ketiganya ditemukan masih berada di atas perahu dalam keadaan selamat sebelum dievakuasi ke daratan.
Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Perahu ditemukan mengapung sekitar 10 kilometer dari pantai, bagian depan pecah dan kapal sudah kemasukan air. Namun seluruh korban selamat,” jelasnya.
Usai dievakuasi, ketiga nelayan dibawa ke darat dan dipulangkan ke rumah masing-masing. Yos juga mengingatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut mengingat wilayah Bangka Belitung telah memasuki musim barat.
“Kami mengimbau nelayan untuk rutin memantau kondisi cuaca, memastikan kapal dan perlengkapan keselamatan layak digunakan, serta tidak memaksakan melaut jika cuaca tidak memungkinkan,” tegasnya.
1 Nelayan Hilang
Sementara itu, musibah serupa juga terjadi di perairan Pulau Panjang, Kabupaten Bangka Tengah. Sebuah kapal nelayan dilaporkan tenggelam setelah dihantam ombak pada Rabu (31/12) sekitar pukul 03.00 WIB akibat cuaca buruk.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan kapal dari keluarga korban melalui Command Center Kansar Pangkalpinang pada pukul 09.03 WIB.
Dari tiga anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal, dua orang atas nama Husin dan Ahmat berhasil diselamatkan nelayan sekitar pukul 06.15 WIB dan dievakuasi ke Dermaga TPI Batu Belubang.
Sementara satu korban lainnya, Maman (52), warga Desa Temberan, hingga kini masih dalam pencarian.
“Kami telah memberangkatkan satu tim rescue ke lokasi dan melaksanakan Operasi SAR Gabungan untuk mencari korban yang belum ditemukan,” ujar Mikel. Upaya pencarian dilanjutkan hingga Kamis (1/1).
Sejak pukul 08.00 WIB, personel SAR gabungan kembali melakukan persiapan di Dermaga TPI Batu Belubang. Beberapa petugas menggunakan perahu karet untuk menyisir perairan, sementara titik pemantauan diperluas hingga kawasan Pantai Semujur, sekitar Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalanbaru.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Pangkalpinang, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPBD Bangka Tengah, Ditpolairud Polda Babel, SAR Brimob, TNI, relawan Laskar Sekaban, nelayan setempat, serta keluarga korban. Cuaca buruk menjadi kendala utama dalam proses pencarian. (riu/w4)