TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Putusnya jalan penghubung Kelurahan Kapalo Koto dan Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menyisakan ketakutan bagi warga yang tinggal tepat di lokasi kejadian.
Mulyadi (45), warga RT 3/RW 4 Kelurahan Kapalo Koto, mengaku belum memejamkan mata sejak jalan di depan rumahnya amblas akibat tergerus derasnya arus Sungai Batang Kuranji atau Sungai Batu Busuk.
Jalan yang putus itu hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya.
Baca juga: FOTO Banjir Terjang Pasar Lalang Padang, Warga Dievakuasi Petugas
Akibat amblasnya badan jalan, air sungai kini langsung menggerus halaman depan rumah Mulyadi tanpa penghalang.
“Sejak kejadian itu saya belum tidur. Masih berjaga karena takut air makin besar dan mengarah ke rumah,” kata Mulyadi saat ditemui TribunPadang.com di rumahnya, Jumat (2/1/2026).
Ia menuturkan, jalan yang berada tak jauh dari SMP Negeri 44 Padang tersebut putus sekitar pukul 00.30 WIB.
Sebelumnya, akses jalan itu masih dalam kondisi baik, bahkan kerap dilalui kendaraan besar pembawa bantuan pascabanjir bandang pada 27 November 2025 lalu.
Baca juga: Rumah dan Sawah di Pasar Lalang Padang Diterjang Banjir, Warga Dievakuasi Petugas
“Jalan ini sebelumnya bagus, tidak ada rusak sama sekali. Mobil-mobil besar juga lewat sini bawa bantuan. Tapi semalam langsung putus karena air,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, detik-detik jalan amblas ditandai dengan suara gemuruh yang cukup keras dari arah sungai.
“Suaranya seperti gemuruh, besar sekali,” ungkapnya.
Baca juga: Debit Air Gunung Nago Padang Meningkat, Warga Cemas hingga Tak Bisa Tidur Pantau Sungai
Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kelurahan Kapalo Koto dengan Kelurahan Lambung Bukik.
Selama ini, jalur itu digunakan warga, relawan, hingga pemerintah untuk mobilisasi bantuan ke daerah terdampak banjir.
Melihat kondisi air sungai yang masih tinggi dan hujan yang belum reda, Mulyadi bersama keluarganya akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan.
Baca juga: Usai Bersihkan Rumah karena Banjir, Warga Tabing Banda Gadang Padang Terpaksa Mengungsi Lagi
“Kami memilih mengungsi karena situasinya tidak memungkinkan untuk bertahan. Air masih besar dan terus menggerus,” jelasnya.
Meski telah mengungsi, Mulyadi mengaku masih dihantui rasa cemas dengan kondisi sungai yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Tentu masih khawatir dan was-was melihat kondisi sekarang ini,” katanya.
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, debit Sungai Batang Kuranji atau Batu Busuk masih tinggi dengan arus yang deras.
Baca juga: Banjir Rendam Pasar Lalang Kuranji, Kantor SAR Padang Kerahkan Petugas Evakuasi Warga
Air sungai berwarna cokelat pekat, disertai suara benturan batu-batu di dasar sungai. Hujan juga masih mengguyur kawasan tersebut.
BPBD Kota Padang bersama warga setempat telah menutup akses jalan yang putus menggunakan mobil, tali, dan kayu untuk mencegah warga melintas karena kondisi yang membahayakan.
Akibat putusnya jalan tersebut, kendaraan tidak dapat melintas sama sekali. Warga terpaksa berjalan kaki melewati halaman rumah penduduk untuk berpindah dari Kapalo Koto ke Lambung Bukik. Akses darurat itu hanya bisa dilalui pejalan kaki meski dalam keadaan licin karena hujan.
Baca juga: Baru Selesai Diperbaiki, Jalan Baru Dibuat di Gunung Nago Padang Terendam Air Usai Penghambat Jebol
Sejumlah warga tampak masih berkumpul di sekitar lokasi, memantau kondisi jalan yang amblas serta debit sungai yang belum menunjukkan tanda-tanda surut. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)