Aturan RTH dan JPO Bundaran Besar Palangka Raya eks Gedung Koni Kalteng, Sementara Dilarang Masuk
January 02, 2026 07:50 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, memang terlihat sudah rampung. Namun masyarakat belum diperbolehkan masuk ke lokasi eks gedung KONI Kalteng itu.

Saat ini, pemerintah memasang spanduk larangan masuk RTH yang dibangun di Eks Gedung KONI Kalteng tersebut.

Baca juga: Sosok Mokhammad Hilman: Mantan Sekda Banjar Kalsel Kelahiran Palangka Raya yang Kini Mutasi Kalteng

Spanduk itu bertuliskan "Dilarang Masuk Bagi yang Tidak Berkepentingan". Sebelumnya, setelah sejumlah masyarakat tampak berswafoto di kawasan RTH tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom membenarkan, bahwa masyarakat masih belum diperbolehkan masuk di kawasan RTH.

"Sementara belum," ujarnya saat dihubungi TribunKalteng.com, Jumat (2/1/2025).

Saat ini, kata Juni, pihaknya masih melakukan uni kelaikan sejumlah fasilitas di RTH tersebut.

"Supaya aman dalam penggunaan termasuk ruang parkir bawah tanah," jelasnya.

Sebelumnya, Juni mengungkapkan, pembangunan RTH tersebut sudah 100 persen.

Ia menyebut, pihaknya juga telah melakukan uji coba lampu, serta saran prasarana lainnya.

Bangunan bersejarah itu mulai dibongkar sejak Sabtu (20/7/2024) pagi, sesuai dengan perencanaan yang telah disetujui oleh Gubernur Kalteng sejak Desember 2023. 

Sebelumnya, gedung ini terdaftar sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Aplikasi Data Pokok Kebudayaan atau Dapobud dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Namun, statusnya telah dihapus. 

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Juni Gultom menyampaikan, seluruh pekerjaan pembangunan RTH tersebut telah selesai, namun area tersebut belum dapat diakses oleh masyarakat umum.

“Sudah selesai 100 persen, sementara masyarakat umum belum diperbolehkan masuk,” ujar Juni Gultom kepada TribunKalteng.com, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian uji coba terhadap fasilitas penunjang sebelum RTH resmi dibuka untuk publik.

“Kemarin sudah dilakukan uji coba lampu dan sarana prasarana lainnya. Saat ini masih uji coba kelaikan parkir dan mesin-mesin peralatan,” jelasnya.

Selain RTH, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan terowongan bawah tanah yang menghubungkan area parkir bawah tanah (underground) dengan RTH di Bundaran Besar Palangka Raya.

“Ada terowongan penghubung dan sudah selesai, menghubungkan parkir underground ke RTH Bundaran Besar,” ungkap Juni.

Ia menegaskan, pembatasan akses sementara dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung saat RTH mulai dioperasikan.

“Mohon masyarakat bersabar karena operasional RTH eks KONI masih dilakukan pengecekan kelaikan agar aman untuk umum,” pungkasnya.

SUASANA RTH – Tampilan Ruang Terbuka Hijau di kawasan eks Gedung KONI, Bundaran Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah
SUASANA RTH – Tampilan Ruang Terbuka Hijau di kawasan eks Gedung KONI, Bundaran Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain)

Ikon Kota Bundaran Besar Palangka Raya

Sejarah mencatat pembangunan awal Bundaran Besar Palangkaraya sengaja didesain Presiden Soekarno terhubung dengan Tugu Soekarno hingga Istana Isen Mulang.

Saat pemancangan tiang pembangunan Kota Palangkaraya dilakukan pada tahun 1957. Presiden Soekarno telah merancang sejumlah Ikon Palangkaraya. 

Salah satu Ikon yang di rancang Presiden Soekarno adalah kawasan Bundaran Besar Palangkaraya yang mirip jaring laba-laba. 

Bagi warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tidak asing lagi dengan Bundaran Besar Palangkaraya terletak di Jantung Kota Ibu Kota Kalimantan Tengah.

Bundaran ini berada pada titik tengah Bumi Tambun Bungai atau posisinya berada di tengah - tengah Provinsi Kalteng. 

Bundaran besar tersebut, merupakan salah satu ikon Kota Palangkaraya selain juga ikon lainnya juga ada tak jauh dari Bundaran Besar Palangkaraya seperti Jembatan Kahayan.

Presiden Soekarno adalah orang yang merancang desain tata kota Palangkaraya.

Pemancangan tiang pembangunan Kota Palangkaraya dilakukan pada tahun 1957.

Rancangan desain Soekarno, mulai dari tugu peletakan batu pertama Kota Palangkaraya, Istana Isen Mulang, Bundaran Besar hingga delapan sumbu yang menyebar ke penjuru kota Palangkaraya.

Presiden Sukarno memang memiliki hubungan emosional dengan Kota Palangkaraya.

Soekarno merancang kota menyerupai jaring laba-laba, ada bundarannya, ada bundaran silang delapan.

Angka delapan menunjukkan kepulauan yang ada di Indonesia.

Sungai yang ada di Kalimantan Tengah, dan juga menunjukkan arah mata ingin.

Dekat dengan Bundaran Besar tersebut, ada rumah jabatan Gubernur Kalteng  atau sekarang dikenal dengan Istana Isen Mulang.

(Tribunkalteng.com/Supriandi)

MELARANG - Meski RTH di kawasan Bundaran Besar telah selesai dibangun, pemerintah memasang spanduk larangan masuk karena masih uji kelaikan, Kamis (1/1/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.