FK Unimal Lakukan Psikososial Pasca Banjir di Sawang dan Muara Batu Aceh Utara
January 02, 2026 09:03 PM

SERAMBINEWS.COM, ACEH UTARA -  Banjir yang melanda wilayah Aceh pada 26 November 2025 tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik permukiman dan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mulai dirasakan secara nyata, khususnya oleh kelompok usia dewasa. 

Dekan Fakultas Kedokteran Unimal, dr Muhammad Sayuti, Sp B, Subsp BD(K), Jumat (2/1/2026), menjelaskan, kondisi ini terlihat di beberapa desa di Kecamatan Sawang dan Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, yang menjadi lokasi sasaran kegiatan tanggap darurat Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK Unimal).

Ia mengataka, dimana sebagian warga menunjukkan tanda-tanda kelelahan mental pascabencana.

"Genangan banjir yang merendam rumah warga, kerusakan harta benda, serta ketidakpastian pemulihan ekonomi keluarga menjadi tekanan berlapis bagi masyarakat dewasa, terutama kepala keluarga dan lansia. 

Baca juga: FK Unimal Suplai Air Bersih, Logistik untuk Warga Muara Batu Aceh Utara

Dalam situasi pascabanjir yang belum sepenuhnya pulih, muncul keluhan seperti gangguan tidur, kecemasan berlebih, mudah lelah, hingga menurunnya semangat beraktivitas sehari-hari," katanya.

Muhammad, menambahkan, merespons kondisi tersebut, FK Unimal melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan edukasi psikososial bagi orang dewasa sebagai fokus utama kegiatan. 

"Edukasi ini dipandang penting sebagai langkah awal untuk mencegah berkembangnya gangguan kesehatan mental yang lebih berat apabila tidak ditangani sejak dini," ucapnya.

Ditambahkannya, salam pelaksanaannya, tim FK Unimal memberikan edukasi psikososial yang mencakup pengenalan respons stres pascabencana, pemahaman bahwa reaksi emosional merupakan hal yang wajar, serta penguatan strategi koping sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Edukasi dilakukan melalui diskusi kelompok dan pendekatan komunikatif agar warga merasa aman untuk berbagi pengalaman dan keluhan yang mereka rasakan.
Pendekatan psikososial ini juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan komunitas sebagai faktor protektif utama dalam pemulihan kesehatan mental. 

Dengan memperkuat jejaring sosial di tingkat desa, diharapkan warga tidak merasa menghadapi dampak bencana secara sendiri-sendiri.

Sebagai bagian dari pendekatan terpadu, FK Unimal tetap menghadirkan layanan mobile clinic untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat dengan berbagai keluhan pascabanjir. 

Selain itu, layanan gizi untuk bayi, balita, dan ibu hamil turut diberikan melalui pemeriksaan sederhana dan edukasi gizi, mengingat kelompok ini memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak lanjutan bencana.

Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan oleh tim kolaboratif yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dokter muda, dan dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. 

Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat layanan di lapangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi sivitas akademika dalam memahami dampak bencana secara komprehensif, baik dari aspek fisik maupun psikologis.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana harus dilakukan secara holistik, mencakup kesehatan fisik, gizi, dan kesehatan mental. 

Edukasi psikososial bagi orang dewasa menjadi salah satu kunci penting agar masyarakat dapat kembali bangkit, menjalani peran sosial dan ekonomi, serta membangun kembali kehidupan keluarga dan komunitas secara berkelanjutan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.