Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Tim SAR Gabungan menduga empat korban longsor tebing di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, telah tak bernyawa.
Dugaan tersebut muncul setelah tubuh keempat korban yang sebelumnya tertimbun material longsoran terlihat di lokasi kejadian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Mochamad Adip mengatakan tim gabungan telah melakukan upaya maksimal dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Namun, kondisi medan yang potensial longsor susulan membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk evakuasi,” kata Adip di lokasi longsor.
Ia menjelaskan, evakuasi terhadap empat korban dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat menjangkau lokasi kejadian.
Baca juga: Tertimbun Hampir 2 Jam, Satu Korban Longsor Cisempur Sumedang Ditemukan Selamat
Baca juga: Lahan di Cisempur yang Tebingnya Ambrol Timbun 6 Pekerja Rencananya Dibangun Lapangan Minisoccer
Tim SAR gabungan menggali material longsoran dengan peralatan sederhana dan pengamanan ketat.
“Memang alat berat enggak bisa naik, jadi kita lakukan penggalian secara manual dan tim SAR gabungan sudah siap,” ujarnya.
Adip juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area longsor demi keselamatan. Aparat TNI dan Polri telah mengamankan lokasi dan melarang warga yang tidak berkepentingan masuk ke zona pencarian.
“Masyarakat saya harapkan bisa memahami potensi longsor. TNI-Polri mengarahkan agar masyarakat yang tidak berkepentingan tidak masuk ke lokasi, supaya kita bisa meminimalisir risiko,” ucapnya.
Terkait kondisi cuaca, Adip menyebutkan situasi saat ini relatif aman, meski potensi bahaya tetap diwaspadai. Tim SAR menempatkan petugas khusus sebagai sistem peringatan dini di area mahkota longsor.
“Cuaca saat ini mudah-mudahan aman. Kalau ada potensi bahaya, akan kami informasikan melalui peluit (oleh petugas Safety Officer),” katanya.
Dua korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat lainnya hingga kini masih dalam proses evakuasi dan diduga telah meninggal dunia. (*)