TRIBUNBEKASI.COM, SERPONG- Dugaan penyebab tewasnya Eka Lestaria Ningsih di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (5/1/2026) dini hari muali terkuak.
Kanit Reskrim Polsek Serpong, Ajun Komisaris Joko Aprianto, mengatakan sebelum korban ditemukan tewas, korban bertemu dengan seorang pria berinisial NY (23) di kawasan Ciater.
Keduanya diketahui memiliki hubungan pribadi selama kurang lebih dua bulan atau sedang berpacaran.
“Pertemuan awalnya di bengkel, kemudian mereka berbincang dan berjalan menggunakan sepeda motor masing-masing,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Menurut keterangan saksi, lanjut Joko, korban kemudian mengajak berbincang lebih lanjut di area tandon air.
Dalam pertemuan tersebut, saksi menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan karena merasa tidak cocok. Namun, korban disebut tidak menerima keputusan tersebut.
Setelah percakapan berlangsung, korban diketahui meninggalkan saksi dan berlari.
Saksi sempat mengikuti, namun kehilangan pandangan. Tak lama kemudian, korban terlihat sudah berada di dalam area tandon dan meminta pertolongan.
“Saksi sempat berupaya menolong, namun tidak berhasil. Saksi kemudian naik kembali ke atas untuk mencari bantuan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal akibat tenggelam.
Joko menyebut korban tidak memiliki kemampuan berenang. Lokasi tandon yang berpagar membuat kemungkinan korban terjatuh secara tidak sengaja dinilai kecil.
“Dari keterangan saksi dan kondisi TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tutup Joko.
Ia baru menerima informasi pada pagi hari setelah membaca pesan di grup warga dan mendapat keterangan dari pedagang sekitar lokasi.
“Saya juga nggak tahu kejadiannya. Pagi-pagi buka grup, katanya ada yang meninggal di tandon. Saya tahunya itu saja,” ucap Edih kepada TribunTangerang.com, Serpong, Tangsel, Senin (5/1/2026).
Edih menjelaskan, tandon tersebut berada di wilayah RT lain dan selama ini sudah dipagari. Namun, akses pejalan kaki masih memungkinkan dari beberapa jalur kampung.
“Sebenernya kalau malam itu nggak boleh masuk. Tandon ini memang area terlarang, apalagi malam hari. Dalemnya itu sekitar tujuh meter," ujar Edih.
Menurut Edih, tandon air tersebut tidak diperuntukkan untuk aktivitas apa pun, termasuk mandi atau memancing, karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Orang mandi nggak boleh, mancing juga nggak boleh. Takutnya kalau sudah nyebur ke situ, apalagi malam, susah ditolong,” kata Edih.
Ia juga mengungkapkan peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kasus orang meninggal di tandon tersebut pernah terjadi beberapa waktu lalu.
“Ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga pernah ada kejadian kayak gini. Makanya sebenarnya sudah sering diingatkan,” jelas Edih.
Saat tiba di lokasi pada pagi hari, lanjut Edih, kondisi tandon sudah steril dan korban telah dievakuasi oleh pihak berwenang.
“Pas saya ke sini sudah sepi, sudah nggak ada apa-apa. Katanya korban sudah dibawa dan dilaporkan ke kepolisian,” ujarnya.
Edih menegaskan, korban bukan merupakan warga RT setempat dan diduga berasal dari luar wilayah berdasarkan identitas yang ditemukan.
Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar warga tidak memaksakan diri masuk ke area berbahaya, terutama pada malam hari.
“Harapannya jangan ada lagi yang masuk ke situ. Ini murni musibah, tapi risikonya sudah jelas,” tutup Edih.
Sementara itu, Penata Pelayanan Operasional Danton BPBD Tangerang Selatan, Dian, mengatakan korban bernama Eka Lestaria Ningsih (38) ditemukan oleh tim gabungan bersama warga sekitar pukul 00.50 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 00.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Dian.
Dian menjelaskan, proses pencarian melibatkan petugas gabungan dari BPBD Tangerang Selatan serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk penanganan lebih lanjut.
Usai dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, jenazah korban dipulangkan ke rumah duka pada Senin pagi.
“Sekitar pukul 07.15 WIB, jenazah korban dibawa pulang oleh keluarga dan ketua RT ke rumah duka di wilayah Bakti Jaya, Setu,” pungkasnya. (Ikhwana Mutuah Mico)