TRIBUNBANTEN.COM - Sudah tiga hari warga Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, harus bertahan di tengah genangan banjir, Senin (5/1/2026).
Sebanyak 115 rumah warga terendam banjir, sementara sekitar 35 hektare lahan persawahan ikut terdampak.
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cidurian yang tak lagi terbendung setelah tanggul penahan air jebol.
Kepala Dusun Desa Pasir Ampo, Sukemi, mengatakan tanggul sepanjang sekitar 5 meter tersebut sudah jebol sejak 2015.
Baca juga: Cuaca Banten, Selasa 6 Januari 2026: Berawan Pagi, Hujan Ringan Sore
Namun hingga kini, belum ada perbaikan dari Pemerintah Provinsi Banten, meski banjir hampir selalu terjadi setiap tahun.
"Tanggul ini sudah jebol selama 11 tahun. Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah, padahal setiap tahun warga pasti kebanjiran," ujar Sukemi saat ditemui di lokasi.
Genangan air di permukiman warga mencapai ketinggian 60 hingga 70 sentimeter. Meski kondisi cukup parah, warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.
Menurut Sukemi, warga enggan mengungsi karena sudah terbiasa menghadapi banjir. Selain itu, tidak tersedia lokasi yang bisa dijadikan tempat pengungsian.
"Mau setinggi apa pun banjirnya, warga tidak mau mengungsi. Selain sudah terbiasa, memang tidak ada tempat untuk mengungsi," katanya.
Ironisnya, selama tiga hari banjir melanda, belum ada bantuan logistik yang diterima warga.
Sukemi mengungkapkan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang belum pernah datang, baik untuk menyalurkan bantuan maupun sekadar meninjau kondisi di lapangan.
"Selama tiga hari ini belum ada bantuan dari pihak BPBD, baik memberikan pasokan logistik ataupun bantuan untuk mengungsikan warga," katanya.
Lebih lanjut Sukemi berharap tanggul yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten ini bisa segera diperbaiki guna menekan bencana banjir.
"Harapanya provinsi bisa melihat kondisi ini, supaya bisa segera memperbaiki tanggul ini, karena tanggul ini sudah jebol selama 11 tahun, tapi enggak ada sedikit pun perhatian dari pemerintah," ungkapnya.