TRIBUNWOW.COM - Puasa Ramadhan tinggal menghitung hari, jika merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia, puasa Ramadhan akan jatuh pada 18 Februari 2026 yang artinya kurang 44 hari lagi.
Namun, di Indonesia sendiri kerap ditemui adanya perbedaan penentuan 1 Ramadhan oleh beberapa lembaga, sehingga hal ini tak jarang menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Terutama perbedaan ini kerap terjadi antara Muhammadiyah dengan lembaga yang diutus pemerintah seperti Kementerian Agama.
Lantas bagaimana umat Muslim harus menyikapinya?
Dikutip dari Muslim.or.id, umat Muslim dapat mengikuti ijma'.
Ijma' sendiri artinya secara bahasa adalah kesepakatan.
Dalam hal ini, kesepakatan yang dimaksud adalah kesepakatan para ulama.
Allah pernah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 15 tentang ijma'.
wa may yusyâqiqir-rasûla mim ba‘di mâ tabayyana lahul-hudâ wa yattabi‘ ghaira sabîlil-mu'minîna nuwallihî mâ tawallâ wa nushlihî jahannam, wa sâ'at mashîrâ
Artinya: Siapa yang menentang Rasul (Nabi Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dalam kesesatannya dan akan Kami masukkan ke dalam (neraka) Jahanam. Itu seburuk-buruk tempat kembali.
Adapun inti dari ayat tersebut adalah tuntunan untuk mengikuti yang benar.
Artinya, seseorang harus mengikuti keputusan dari para ulama yang dinilai memiliki kelapangan pengetahuan dalam Islam.
Namun, jika masih terdapat perbedaan di dalamnya, hendaknya hal tersebut tidak disikapi dengan perbuatan zalim.
Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam surat Al Imran ayat 57.
wa ammalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti fa yuwaffîhim ujûrahum, wallâhu lâ yuḫibbudh-dhâlimîn
Sementara itu, orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Dia berikan pahala mereka dengan sempurna. Allah tidak menyukai orang-orang zalim.
Baca juga: Resolusi Tahun Baru Ala Muslim yang Wajib Kamu Terapkan, Disertai Doa Mengawali Tahun Baru
Sebagai umat Muslim, kerinduan akan bulan Ramadhan menjadi hal yang wajar bahkan menjadi sesuatu yang diimpikan.
Berikut doa yang dapat diamalkan umat Muslim agar dipertemukan kembali dengan umat Muslim.
Ubadah bin ash-Shamith RA pernah berkata bahwa Rasulullah SAW mengajari para sahabat doa berikut saat Ramadhan tiba, yakni sebagai berikut.
Allahumma salimni min ramadhana wa sallim ramadhana li wa tasallamhu minni mutaqabbalan
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadhan.”
Selain itu, Abdul Aziz bin Abi Rawad pernah menganjurkan doa sebagai berikut.
Allahumma adhalla syahru ramadhana wa hadhara, fa sallimhu li wa sallimni fihi wa tasallamhu minni. Allahummarzuqnii shiyamahu wa qiyamahu shabran wahtisaban, warzuqni fihil jadda wal ijtihada wal quwwata wan nasyatha, wa a’idzni fihi minassaamati wal fatrati wal kasali wan nu’asi, wawaffiqnii fihi li lailatil qadri waj’alha khairan min alfi syahrin.
Artinya: “Ya Allah, bulan Ramadhan sudah membayangi dan datang. Maka, sampaikanlah (bulan) Ramadhan kepadaku, dan sampaikanlah aku (dengan selamat) ke dalamnya, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadhan.
Ya Allah, anugerahilah aku kesabaran dan niat ikhlas mengharap pahala dan ridha-Mu atas puasaku dan shalat malamku.
(Ya Allah), anugerahilah aku di bulan Ramadhan ini kesungguhan hati, ketekunan, kekuatan, dan semangat.
(Ya Allah), lindungilah aku di bulan Ramadhan ini dari kebosanan, lemah lesu, kemalasan, dan banyaknya kantuk.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Airlangga/Afifah Alfina)