Beda Sikap dengan Anies, Ahok Absen Nonton Show Pandji Meski Sudah Pegang Tiket: Takut Ketahuan!
January 08, 2026 06:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebenarnya sudah berniat duduk langsung di tribun Indonesia Arena untuk menyaksikan Mens Rea, pertunjukan stand up comedy Pandji Pragiwaksono.

Tiket sudah di tangan, jadwal sudah ada. 

Namun rencana itu kandas karena situasi Jakarta yang sedang memanas oleh aksi demonstrasi, membuat Ahok memilih urung hadir demi alasan keamanan.

Dari keputusan absen itulah, cerita Mens Rea justru melebar ke mana-mana.

Pertunjukan Pandji menjelma menjadi lebih dari sekadar hiburan, memicu perdebatan luas yang merambat dari ruang seni ke ranah hukum dan politik nasional.

Terutama setelah materi Pandji yang menyinggung Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dinilai sebagian pihak telah melampaui batas kewajaran komedi dan menyeret nama-nama besar lain ke pusaran polemik publik

Baca juga: Satu Alasan Ahok Pro Banget dengan Materi Pandji di Mens Rea, Turun Tangan Bela Sang Komika

Diketahui, saat ini sorotan publik tertuju pada salah satu bagian paling kontroversial dari pertunjukan itu: materi Pandji yang menyinggung Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. 

Candaan tersebut dinilai oleh sebagian kalangan telah melampaui batas kewajaran komedi dan memicu perdebatan tentang etika, kebebasan berekspresi, serta konsekuensi hukum.

Polemik semakin mengeras ketika suara-suara dari praktisi hukum hingga tokoh nasional ikut bermunculan, memperlihatkan dua kubu pandangan yang saling bertolak belakang.

Ahok dan Candaan tentang Dunia Komika

Di tengah panasnya perdebatan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ikut angkat bicara.

Dalam sebuah obrolan santai, Ahok mengaku sebenarnya telah membeli tiket untuk menyaksikan langsung pertunjukan Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (30/8/2025).

Namun rencana tersebut akhirnya batal. Situasi Jakarta kala itu tengah diwarnai aksi demonstrasi, yang membuat Ahok mengurungkan niatnya untuk datang langsung ke lokasi.

"Harusnya gua datang. Hari ini gua udah beli tiket gara-gara ada demo-demo kan.

Terus dibilangin nanti lu tahu sendiri muka gua kan nanti kan takut ada yang kenalin susah kan," kata Ahok.

Alih-alih hadir secara langsung, Ahok akhirnya memilih menonton Mens Rea melalui platform streaming video Netflix.

DRAMA MENS REA - Ahok membela Pandji dan menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi serta preseden hukum yang konsisten. Pandji dikritik karena roasting Gibran.
DRAMA MENS REA - Ahok membela Pandji dan menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi serta preseden hukum yang konsisten. Pandji dikritik karena roasting Gibran. (Kolase TribunTrends/Istimewa)

Ahok Tegas Membela Materi Pandji

Setelah menonton Mens Rea melalui layanan streaming, Ahok secara terbuka menyatakan sikapnya.

Ia mengaku mendukung materi-materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono.

"Gua sih pro banget tuh. Hah? Kan dia udah pintar, dia udah pakai pakai disclaimer nih.

Menurut keyakinan saya," kata Ahok dikutip dari akun YouTube Curhat Bang Deny Sumargo, Rabu (7/1/2026).

Politikus PDI Perjuangan itu bahkan mengaku langsung menyampaikan kekagumannya kepada sang istri, Puput Nastiti Devi, sesaat setelah menonton pertunjukan tersebut.

"Gua langsung bilang sama bini gua nih. Wah, gua suka banget nih kalimat tahu enggak?" kata Ahok.

Baca juga: Tak Cuma Mahfud MD, Ahok Ikut Bela Pandji Usai Sang Komika Terancam Dipidana Gegara Roasting Gibran

Gugatan Hukum dan Soal Preseden

Dalam perbincangan itu, Denny Sumargo sempat menyinggung kemungkinan materi Pandji digugat secara hukum.

Menanggapi hal tersebut, Ahok menyampaikan pandangan yang menekankan pentingnya konsistensi dan preseden dalam penegakan hukum.

"Makanya kita lihat saja. Kan kita harus yakin namanya hukum itu ada preseden.

Hukum maksudnya secara normatif ya ada preseden gitu kan. Jadi kalau lo sudah mengatakan Ini hitam, ya, jangan begitu yang lain lu bilang ini putih," ucapnya.

"Mana boleh hukum kita mutuskan hukum itu tergantung target gua mau yang mana.

Enggak bisa dong. Namanya apa ya? Kiri kanan. Oke dong," sambung Ahok.

Pernyataan ini menegaskan sikap Ahok bahwa hukum tidak seharusnya ditegakkan secara selektif termasuk ketika menilai karya komedi yang berfungsi sebagai kritik sosial.

PENGAKUAN AHOK - Ahok telah menonton special show Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono di Netflix. Ia blak-blakan memuji sang komika sudah pintar.
PENGAKUAN AHOK - Ahok telah menonton special show Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono di Netflix. Ia blak-blakan memuji sang komika sudah pintar. (Instagram)

Anies Hadir Langsung di Tengah Sorotan

Berbeda dengan Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru terlihat hadir langsung menyaksikan pertunjukan Pandji Pragiwaksono di Indonesia Arena.

Anies sempat membagikan momen kehadirannya melalui akun Facebook pribadi. Dalam unggahan tersebut, ia tampak menikmati jalannya pertunjukan tertawa bersama penonton lain dan berfoto di tengah atmosfer arena.

Kehadiran Anies ini pun ikut menjadi bahan perbincangan publik, terlebih karena konteks politik dan polemik yang tengah mengiringi Mens Rea.

Anies Heran Namanya Terus Disebut

Sebuah unggahan ringan Anies Baswedan dari London, yang menyinggung namanya ramai disebut akibat Pandji, justru mempertegas arah percakapan publik.

“POV, bingung lagi break di London sama Fery tapi kok tetap ramai kena mention gara-gara @pandjipragiwaksono.”

Kalimat sederhana itu langsung menyedot perhatian warganet dan memperpanjang diskusi yang sudah telanjur melebar.

Baca juga: Pandji Tak Bisa Disentuh! Mahfud MD Bongkar Celah Hukum yang Lindungi Sang Komika dari Jerat Pidana

Pandji Akhirnya Merespons

Lewat unggahan di media sosial X, Pandji akhirnya menanggapi keluhan Anies.

Ia mengaku tak menyangka materi stand-up comedy yang ia bawakan justru menyeret nama Anies ke dalam pusaran perdebatan.

Pandji hanya membalas dengan satu bahasa yang paling ia kuasai: humor.

Ia menyertakan emotikon tertawa sambil mengutip unggahan Anies tentang ramainya mention yang ia terima.

Dan di situlah ironi itu berdiam sebuah pertunjukan komedi yang berakhir menjadi percakapan politik, tanpa satu pun aktor utamanya berniat memulai perdebatan tersebut.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.