Organisasi yang Laporkan Pandji Pragiwaksono Tak Masuk dalam Banom NU dan Muhammadiyah
January 09, 2026 08:16 AM

TRIBUNNEWS.COM - Dua organisasi bernama Aliansi Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan komika, Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026).

Adapun pelaporan terhadap Pandji terkait materi stand up comedy yang dilontarkan dalam pertunjukan 'Mens Rea' dan ditayangkan di platform, Netflix.

Materi yang dimaksud yakni terkait Pandji yang menyebut pemberian konsesi tambang kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan oleh pemerintah adalah wujud balas budi secara politik.

Presidium Angkatan Muda NU sekaligus pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid mengungkapkan pihaknya tidak terima atas pernyataan Panji tersebut.

"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," katanya dikutip dari program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Aksi Aktivis Muda NU dan Muhammadiyah Laporkan Pandji Dianggap Malah Merusak Institusi Polri

Rizki mengungkapkan pernyataan Pandji tersebut adalah fitnah dan tidak sesuai fakta yang ada.

Dia membantah bahwa NU seperti yang disampaikan Pandji dalam acara stand up comedy tersebut.

"Sebenarnya NU itu sendiri, saya sebagai santri jalanan dan warga nahdliyin, NU telah banyak berkontribusi terhadap negara ini jauh sebelum ada kemerdekaan dari sisi pondok pesantren, masjid, dan edukasi tentang agama di republik ini."

"Bahkan melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Lalu kemudian didiskreditkan oleh Pandji bahwa NU mengikuti politik praktis dan mendapatkan tambang," jelasnya.

Di sisi lain, Tribunnews.com telah menghubungi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas untuk mengonfirmasi apakah dua organisasi tersebut memang masuk dalam hierarki kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut atau tidak.

Selain itu, Tribunnews.com juga mengonfirmasi terkait adakah perintah dari NU maupun Muhammadiyah atau tidak soal pelaporan terhadap Pandji.

Tak Masuk Banom NU dan Muhammadiyah

Di sisi lain, dua organisasi yang melaporkan Pandji itu tidak masuk dalam badan otonom (banom) NU dan Muhammadiyah.

Sebagai informasi, badan otonom merupakan perangkat yang bertugas menjalankan program sesuai dengan basis keanggotaannya.

Selain itu, bannom juga memiliki pedoman dasar dan pedoman rumah tangga yang tidak bertentangan dengan AD/ART NU maupun Muhammadiyah.

Banom biasanya terbagi menjadi dua jenis yaitu berdasarkan usia, keprofesian, atau kekhususan lainnya.

Untuk NU, dikutip dari Kompas.com, total ada 13 banom yang terdaftar. Dari seluruh banom yang ada, Aliansi Muda NU tidak terdaftar.

Berikut daftar banom yang berada di NU:

Banom NU Berdasarkan Usia 

1. Muslimat Nahdlatul Ulama yang anggotanya merupakan perempuan NU. Organisasi ini lahir pada 29 Maret 1946 melalui Muktamar ke-13 yang digelar di Banten pada tahun 1938.

2. Fatayat Nahdlatul Ulama yang anggotanya merupakan perempuan muda NU dengan usia maksimal 40 tahun. Banom ini lahir pada 24 April 1950 di Surabay.

3. Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang anggotanya merupakan laki-laki muda NU dengan usia maksimal 40 tahun. Organisasi ini berkembang dengan salah satunya menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau Banser.

4. Ikatan Pelajar NU atau IPNU yang anggotanya merupakan santri laki-laki NU dengan usia maksimal 27 tahun. Organisasi ini memiliki anak organisasi di bawahnya yakni Corp Brigade Pembangunan yang lahir pada tahun 1964 di Pekalongan, Jawa Tengah.

5. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini lahir pada 1960 di Surabaya, Jawa Timur.

Banom NU Berdasarkan Keprofesian dan Kekhususan Lainnya

1. Jami'yyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah atau Jatman yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan NU terkait pengamalan dan pengembangan tasawuf.

Jatman mempunyai banom untuk mahasiswa bernama Mahasiswa Ahlit Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah atau Matan yang lahir pada tahun 2012 lalu.

2. Jam'iyyattul Qurra wal Huffazh NU atau JQHNU yang bertugas melaksanakan kebijakan NU terkait pengembangan kajian dan tilawatil Alquran.

3. Ikatan Sarjana NU atau ISNU yang bertugas menjadi pelaksana kebijakan NU terkait pengembangan, penerapan, dan tanggung jawab keilmuan. Banom ini lahir berdasarkan rekomendasi saat Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 2010 dan baru resmi berdiri dua tahun kemudian.

4. Serikat Buruh Muslim Indonesia atau Sarbumusi yang bertugas melakukan kebijakan NU di bidang pengembangan dan peningkatan kesejahteraan buruh dan tenaga kerja Indonesia.

5. Pencak Silat Pagar Nusa yang bertugas mengembangkan seni bela diri. Banom ini berdiri pada 3 Januari 1986.

6. Serikat Nelayan NU yang bertugas untuk melaksanakan kebijakan NU dalam peningkatan kesejahteraan nelayan. Banom ini resmi berdiri dalam Muktamar ke-33 di Jombang, Jawa Timur pada tahun 2015.

7. Ikatan Seni Hadrah Indonesia NU atau Ishari NU yang bertugas melaksanakan kebijakan NU dalam pengembangan budaya seni hadrah dan shalawat.

Adapun organisasi ini lahir pada tahun 1959 dan masuk menjadi banom NU pada tahun 1961 atas permintaan salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah.

Senada dengan Aliansi Muda NU, Aliansi Muda Muhammadiyah juga tidak masuk dalam organisasi otonom Muhammadiyah.

Dikutip dari laman Muhammadiyah, ada tujuh organisasi otonom yang terdaftar yakni:

1. Aisyiyah yang merupakan organisasi wanita Muhammadiyah dan berdiri pada tahun 1917 di Yogyakarta.

Organisasi ini adalah gagasan langsung dari istri pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Nyai Ahmad Dahlan.

2. Hizbul Wathan yang merupakan organisasi kepanduan yang beranggotakan generasi muda Muhammadiyah. Tujuan berdirinya organisasi ini utnuk menanamkan semangat kepemimpinan, disiplin, dan cintah tanah air.

Organisasi otonom ini berdiri pada tahun 1918 dan digagas langsung oleh KH Ahmad Dahlan.

3. Pemuda Muhammadiyah didirikan pada tahun 1922 melalui keputusan Kongres Muhammadiyah di Makassar. Adapun tujuan didirikannya organisasi ini untuk menanamkan kesadaran dan semangat dakwah Islam ke generasi muda Muhammadiyah.

4. Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 1931 sebagai wadah bagi generasi muda perempuan Muhammadiyah.

Tujuan berdirinya organisasi ini untuk menanamkan nilai-nilai Islam, memperbaiki akhlak, dan memperkuat rasa persatuan di kalangan generasi muda perempuan.

5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi yang berdiri pada tahun 1964 sebagai wadah khusus bagi mahasiswa Muhammadiyah. 

Tujuan berdirinya IMM yakni  mencetak kader intelektual yang Islami, berjiwa kritis, dan siap berkontribusi untuk kemajuan umat.

6. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berdiri pada tahun 1961 melalui Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Solo, Jawa Tengah.

Adapun tujuan adanya organisasi ini yaitu membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkomitmen terhadap dakwah Islam.

7. Tapak Suci merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus pada seni bela diri dan berdiri pada 13 Juli 1963. 

Organisasi ini memiliki tujuan membentuk kader-kader yang kuat secara fisik dan mental, serta berakhlak Islami.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Kompas.com/Monica Ayu Caesar Isabela)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.